Senin, 26 Desember 2016

sejarah dakwah



SEJARAH DAKWAH
Menuju Pemahaman Sejarah Dakwah Secara Akurat

mempelajari sejarah dakwah pada dasarnya adalah mempelajari sunnahtullah yang terjadi pada rentang waktu yang panjang. Banyak orang yang mengatakan bahwa sejarah mengulang dirinya. Sebenarnya bukan sejarah yang mengulang dirinya, tapi allahlah yang memutarnya kembali pada saat orang-orang pada zaman tertentu melakukan perbuatan yang sama atau mendekati perbuatan yang dilakukan oleh orang tersebut dalam sejarah.
Diantara sunnatullah dalam dakwah adalah sinah ibtila, tamhish, dan tamkin (cobaan, seleksi, dan kemapanan). Maksudnya, di dalam perjalanan kolosal dakwah yang bertujuan untuk menyampaikan prinsip-prinsip ajaran allah, semua nabi dan para pengikutnya tidak dibiarkan oleh allah berdakwah tanpa ujian dan cobaan. Dengan ujian dan cobaan yang diberikan mereka menjadi manusia-manusia yang bermental baja dan siap memikul amanah yang berat.
Ibtida’ adalah sarana untuk menyeleksi dan membersihkan hati orang-orang yang akan dijadikan hawari atau kader barisan terdepan, pembawa panji amanah tidak layak dipegang oleh semua orang, tetapi memerlukan orang-orang piliha, mereka orang-orang yang telah lulus seleksi yang dipersiapkan secara matang untuk tujuan itu agar mereka mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Sunatullah selanjutnya adalah sinnah taqhyir, tadawuln dan nash (perubahan, pergantian, dan kemenangan). Perubahan dalam realitas dakwah dan dalam kamus pada da’i tergantung dari kesungguhan mereka untuk bekerja menjemput perubahan yang dimulai dari dalam diri, dan dari dalam saf kaum muslimin. Disini sunah perubahan akan menghadapi mereka.
Sunnatullah yang juga wajib diperhatikan oleh para da’i adlah sunnah al-i’dad (persiapan). Tidak mungkin sebuah perubahan, pergantian, dan kemenangan terjadi tanpa ada persiapan. Sunnah selanjutnya adalah tadafi’ (pertarungan), yaitu pertarungan laten antara haq dan batil.
Bab I
Pengertian, ruang lingkup, kedudukan, dan fungsi sejarah dakwah.
A.    Pengertian sejarah dakwah
Sejarah dakwah memiliki dua kosa kata yaitu sejarah dan dakwah. Sejarah berasal dari bahasa arab “SYAJARAH” yang berarti pohon. Salah satu alasan terpilihnya kata yang bermakna pohon ini, barangkali karena sejarah mengandung konotasi genealogi, yaitu pohon keluarga yang menunjuk kepada asal usul suatu marga.
Dengan demikian sejarah dakwah dapat diartikan sebagai peristiwa masa lalu umat manusia dalam upaya mereka menyeru, memanggil dan mengajak umat manusia kepada islam serta bagaimana reaksi umat yang diseru dan perubahan-perubahan apa yang terjadi setelah dakwah digulirkan, baik langsung maupun tidak langsung.
B.     Ruang lingkup sejarah dakwah.
Pembatasan ruang lingkup kajian dakwah berangkat dari jawaban pernyatan kepada dakwah islam dimulai. Setidaknya ada dua pendapat besar tetang permulaan dakwah, yaitu :
1.      Peneliti yang menjadikan permulaan dakwah adalah pada masa rosulullah SAW. Pendapat ini merujuk pada terminologi khusus dari dakwah islamiah, bahwa islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi SAW.
2.      Peneliti lain berpendapat bahwa permulaan dakwah adalah sejak diutusnya para nabi dan rosul. Pendapat ini merujuk pada terminologi umum dari dakwah islamiah, bahwa dakwah para nabi hakikatnya adalah satu, seluruh rasul telah menyampaikan islam dalam arti yang luas.
C.     Kedudukan dan fungsi sejarah dakwah
Adapun fungsi mempelajari sejarah dakwah antara lain.
1.      Untuk mengetahui bagaumana strategi perjuangan para rosul dan kegigihan mereka dalam menyebarkan dakwah tauhid.
2.      Mengidentifikasikan penyakit umat setiap zaman dan bagaimana mencari jalan keluar dari penyakit tersebut.
3.      Menentukan sikap dalam dakwah dengan bercermin dari sejarah yang benar.
4.      Mengatahui faktor kemajuan dan kemunduran dakwah dari masa ke masa.
5.      Untuk menupuk semangat perjuangan para da’i.
6.      Mengetahui sejauh mana dakwah islam telah dapat memengaruhi dan merombak jalannya sejarah, atau telah berhasil menciptakan realitas sosiokultur baru.
7.      Memperediksi apa yang abakal terjadi dengan peran islam di masa mendatang delam rangka penataan kehidupan masyarakat baru.
D.    Sekilas tentang sejarah dakwah dalam al-quran.
Sejarah dlam al-quran adalah sejarah yang mengungkapkan tentang siklus kehidupan dan sunnatullah yang tidak pernahberubah. Al-quran selalu mengungkapkan pertarungan antara hak dan batil, yang pada akhirnya kemenangan akan selalu pada pihak yang membela kebenaran. Al-quran juga mengubah persepsi manusia tentang kemenangan ynag lebih diartikan dengan kesuksesan meraih sesuatu yang dicita-citakan di dunia. Kemenangan menurut al-kuran adlah kekuatan mempertahankan keistimewaan dan ketegaran prinsip tauhid sampai ajal menjemput. Dalam al-quran banyak bercerita kepada kita tentang tingkah pola umat manusia terdahulu yang akhirnya mendapatkan azab dari allah, dan bagaimana kiat-kiat pada mushlihun (reformasi) pada zamannya untuk menyelamatkan masyarakat dari azab allah.



BAB II
SEJARAH DAKWAH
Sebelum Nabi Muhammad Saw
(Nabi Nuh As Sampai Dengan Nabi Isa As)

A.    Dakwah nabi nuh As.
Dakwah nabi nuh dalam al-quran di ungkapkan dalam astu surah lengkap, yaitu dalam surah nuh. Dalam surah tersebut dikisahkan kepada kita tentang sebagian dari metode dakwah, prioritas dakwah, dan kesabaran beliau berkhitmat untuk kaumnyadalam waktu yang lama.
Prioritas dakwah beliau adalah meluruskan akidah umat. Mayoritas waktu beliau difokuskan untuk membenahi permasalahan akidah, mangajak umatnya untuk bertakwa kepada Allah, dan setia kepada dirinya. Berbagai metode yang beliau pakai, kadang-kadang dengan cara mengingatkan bahaya pembangkangan, kadang-kadang menyampaikan berita gembira kepada orang yang taat. Pada saat tertentu beliau besikap keras, sat yang lain berlaku lemah lembut.
Umur terpanjang yang kita ketahui adalah umur nabi nuh yang hidup selama seribu tahun kurang lima puluh tahun (950 tahun).
B.     Dakwah nabi hud as.
Al-quran memberikan beberapa informasi tentang metode dakwah nabi hud kepala kaumnya, dan menyebutkan juga beberapa upacara beliau yang dilontarkan kepada kaumnya. Nabi hud menggunakan metode komunikasi yang jitu kepada mereka. Beliau berusaha untuk mencari titik persamaan yang sebanyak-banyaknya dengan umatny dan mengingat prestasi-prestasimasa lalu kaumnya.
C.     Dakwah nabishaleh as.
Dakwah utama shaleh adalah tauhid sebagaimana nabi lainnya. Beliau datang untuk meluruskan persepsi umatnya tentang asal-usul penciptaan dan tugas mereka dibumi.
Nabi shaleh sangat menguasai sejarah umatnya dan menggunakannya dalam kemaslahatan dakwah. Beliau mengingatkan kebesaran dan kejayaan bangsanya pada masa lalu yang pernah memimpin dunia setelah kaum ‘ad. Kejayaan tersebut adalah karena kedatangan mereka dengan ajaran Allah dan tidak berbuat semena-mena di muka bumi. Manakala mereka menjauh, kehancuranpun terjadi.
Lalu mereka meminta kepada shaleh untuk memperlihatkan mukjizatnya kepada mereka, yaitu mengeluarkan unta dari batu. Allah membantu shaleh untuk memenuhi permintaan mereka. Tetapi setelah permintaan mereka benar-benar menjadi kenyataan, mereka malah bertambah ingkar dan tidak percaya. Mereka menyembelih untuk mukjizat itu dan mereka melanggar perintah tuhan mereka. Tidak hanya membunuh unta tersebut mereka malah menantang shaleh untuk mendatangkan azab jika shaleh benar-benar seorang rosul. Karena kesombangan mereka tersebut maka allah benra-benar menurunkan azab untuk mereka. Mayat-mayat mereka bergelimpangan di rumah-rumah mereka.
D.    Dakwah nabi ibrahim as.
Al-quran banyak mengisahkan tentang diskusi ibrahim dengan bapak dan kaumnya, dan menjelaskan sedikit tentang metode dakwahnya, dan bagaimana cara ibrahim memperlakukan patung sesembahan mereka . al-quran juga mengungkapkan pengingkaran kaum terhadapnya, penyiksaan mereka dan ancaman untuk membakar ibrahim dan akhirnya mereka laksanakan, tetapi allah menyelamatkan ibrahim. Kemudian ibrahim pindah dari irak ke palestina bersama istirnya, sarah, dan saudaranya yang bernama luth as. Dalam kenabianya, ibrahim bnyak mengalami cobaan berat. Tetapi beliau selalu tegar dan penuh keyakinan. Allah SWT, memerintahkan ibrahim untuk membangun labah. Al-quran tidak menyebutkan kapan ibrahim wafat dan hubungannya dengan kaumnya. Tetapi kisah tentang ibrahim berfokus pada biografi hidup beliau yang patut dijadikan contoh, cobaan yang beliau alami dan bagaimana kesabaran beliau menghadapinya, dan kemuliaan allah buatnya dengan selalu menolongnya dan mengabulkan doana.
E.     Dakwah nabi luth as.
Nabi luth mengajak umatnya untuk menyembah allah dan melarang mereka berbuat maksiat dan kemesuman yang telah tersebar luas di kalangan mereka. Kaum nabi luth mendustai luth dan berencana untuk mengusir dari negara mereka sendiri sambil menantang agar mereka didtangankan azab. Allah binasakan mereka dengan mengirim hujan batu ke atas mereka.
F.      Dakwah nabi yusuf as.
Tentang yusuf, al-quran lebih berfokus pada biografi hidup beliau. Dimualia dengan kisah kedengkian saudara-saudara beliau lalu melakukan makar kepadanya. Kemudian cerita tentang cobaan demi cobaan yang dialami beliau di masa mudanya. Yusuf adalah simbol pemuda yang takwa dna sabar.
G.    Dakwah nabi syu’aib as.
Kaum nabi syu’aib menanggapi dakwah nabinya dengan mengolok-ngolok. Melihat sikap beliau seperti iyu, nabi syu’aib menyikapi dengan tenga dan lembut, dan mengingatkan kepada mereka nasib kaum sebelum mereka yang mendustakan kenabian.
H.    Dakwah nabi musa as.
Nabi musa di utus oleh allah untuk bani israil. Ia tumbuh di rumah firaun, setelah dewasa ia diagkat oleh allah menjadi nabi dan diturunkan kepadanya taurat, dan dakwahnya di bantu oleh saudara-saudaranya : harun as dan juga dibekali mukjizat. Tentang isi dialog antara musa dan harun degan firaun dapat dilihat pada surah tahaha ayat 49-64, surah al-qashash ayat 36-40, dan pada surah as-syu’ara ayat 18-21. Secara garis besar dialog tersebut berbicara tentang hakikat ketuhanan yang saat itu menganggap bahwa firaunlah tuhan mereka. Ketika musa datang dan membawa ajaran sebenarnya tentang ketuhanan dengan dibuktikan beberapa mukjizat yang diberikan allah kepadanya. Firaun dan para pembesarnya menganggap bahwa musa menggunakan sihir untuk meruntuhkan kekuasaan mereka dan mengusir mereka dari negeri mereka. Untuk melenyapkan pengaruh musa, akhirnya firaun yang dibisiki oleh para pembesarnya memutuskan untuk memanggil penyihir bayaran.
Sampai pada hari yang ditentukan, terjadilah pertarungan anatarapenyihir diraun degna mukjizat musa. Allah mememangkan musa bahkan membuat tukang sihir tersebut tunduk dan beriman kepada musa. Disaat mereka sengsara dengan azab yang diturunkan allah kepada mereka, akhirnya mereka menemui musa meminta agar ia memohon kepada allah agar azab yang diturunkan kepada mereka di cabut.
I.       Dakwah nabi daud as
Nabi daud berdakwah dibekali oleh allah dengan kitab zabur selain itu beliau juga memiliki suara yang indah. Dan dapat menundukan besi, allah tundukan gunung agar bertasbih kepada daud begitu juga burung, allah kukuhkan kerajaannya dan allah berikan kepadanya hikmah yang berbentuk kesempurnaan ilmu dan ketelitian amal perbuatan, tetapi al-quran tidak menjelaskan secara terperinci metode dakwah beliau dan sikap terhadap kaum.
J.       Dakwah nabi sulaiman as.
Al-quran hanya menjelaskan keistimewaan dan mukjizat yang diberikan kepada dirinya, keistimewaan tersebut adalah kerajaan yang besar, tunduknya angin dan setan terhadap perintahnya dan dia juga mengetahui bahasa binatang. Metode dakwah meliau menggunakan surat untuk mengajak ratu saba’ agar memeluk agama islam, beliau memanfaatkan kerajaan yang besar agar masyarakat melaksanakan perintahnya.
K.    Nabi isa as.
Kelahiran nabi isa adalah salah atu kekuasaan allah menurunkan kitab injil dan berdakwah di kalangan umatnya yang menauhidkan allah. Arena ketegarannya beliau berdakwah, umat beliau tidak senang akhirnya merencanakan mekar kepada beliau, meskipun mukjizat tentang kenabian beliau sangat banyak mereka aksikan. Allah selamatkan nabi isa dan ia diangkat ke langit dan menurut hadist-hadist mutawatir ia akan di bangkitkan kembali pada akhir zaman.
L.     Gambaran umum seputar perjalanan dakwah sebelum nabi muhammad saw.
Beberapa ciri umum diantaranya :
1.      Semua nabi memiliki ajaran yang sama tujuannya yaitu mengajak untuk menauhidkan allah swt. Dan melarang manusia melakukan perbuatan yang diharamkan.
2.      Risalah-risalah sebelum nabi muhammad bersifat mahaliyyah (hanya untuk kawasan tertentu). Setiap rosul tersebut diutus untuk kaum tertentu. Risalah yang bertujuan untuk memberikan solusi yang dibutuhkan pada masanya, mmenuhi kebutuhan masyarakat yang masing-masing memiliki kebutuhan khas dan tuntutan yang berbeda.
3.      Sunnatullah dalam dakwah pada masa silam selalu mengatakan bahwa kemenangan pada akhirnya akan selalu berpihak pada orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir akan di binasakan.
4.      Dalam mengungkapkan tentang sejarah perjalanan para nabi dan rosul dengan kaumnya, al-quran al-karim menceritakan dengan gaya bahasa yang bervariasi kadang-kadang mengungkapkan dengan rinci dan ada juga yang ringkas, dan ada penekanan tertentu pada perjalanan hidup para nabi dan rosul dan karakteristik mereka, kadang-kadang mengungkapkan metode dakwah mereka di tempat yang lain mengungkap tentang sarana yang dipakai oleh para rosul.
5.      Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap rosul dibantu oleh allah dengan mukjizat agar orang menjadi beriman dan orang yang tidak mau beriman telah ampai kepada mereka hujah.
6.      Grafik penerimaan dakwah oleh umat sebelum nabi muhammad cukup variatif, anatara naik an turun. Dakwah tidak ditolak secara mutlak, dan tidak di tolak secara mutlak.
7.      Secra umum, para nabi sebelum muhammad berdakwah dengan dua pendekatan :pertama, dakwah kulturan, hidup bersama masyarakat dan menjadi bagian tak terpisah dari mereka yang di dakwahi; kedua, dakwah struktural, mereka menjadi nabi sekaligus menjadi penguasa termasuk nabi yusuf, daud, dan sulaiman.


BAB III
DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW
Pendahuluan
            Dakwah muhammad saw. Dapat dibagi dalam dua periode penting yaitu periode makkah dan periode madinah dan stiap periode memiliki kriteria berbeda.
A.    Dakwah nabi di makkah
1.      Muhammad saw dan tujuan pengutusannya.
Di antara persiapan-persiapan ke arah kenabian itu adalah.
a.       Tempat tinggal muhammad kecil. Beliau tinggal si sebuah desa yang jauh dari pengaruh kota, alam yang segar, dan suasana yang serba alami. Semua pakar sepakat bahwa lingkungan adalah salah atu faktor penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak.
b.      Penyucian nabi tahap satu di desa halimah, perkampungan bani sa’ad. Dengan bekal hati yang suci, muhammad kecil tidak pernah melakukan tindakan yang dapat merusak citranya dihadapan umatnya dikemudian hari.
c.       Hidup dalam keperhatinan, ditinggal bapak dari kecil setelah itu di tinggal pula oleh ibunya, selanjutnya kakeknya yang begitu menyayangi dirinya. Orang yang terbiasa dan terlatih hidup dalam keperihatianan biasanya lebih tahan dan kuat menjalani kehidupan yang penuh rintangan. Tugas kenabian adalah salah satu yang memerlukan jiwa yang tegar.
d.      Latihan kesabaran dengan mengembara kambing. Pengalaman memelihara kambing menjadikan nabi muhammad mampu sabar menghadapi masyarakat yang kadang lebih susah untuk diataur dari pada kambing.
e.       Peran aktif dalam kegiatan di masyarakat sejak kecil, ikut serta paman-pamannya dalam hilful fudhul. Melibat diri dalam kegiatan positif bersama masyarakat adalah faktor pentin upaya pematangan kepribadian.
f.       Menimba pengalaman internasional, ikut aramada dagang suku qurais. Pengalaman internasional jadi muhammad paham tentang konstelasi dunia. Beliau adalah orang yang memiliki pengetahuan global. Mustahil seorang yang dipersiapkan menjadi pencerah alam tidak mengetahui tentang dunia yang akan dicerahkannya.
g.      Tidak pernah cacat dimasyarakat. Selain karena lahir dari keluarga mulia, muhammad juga selalu mengerjakaperbuatan yang mulia.
h.      Memiliki prestasi yang diakui oleh umatnya sejak usia belia ; menjadi pemersatu umat dalam peletakan kembali hajar aswat. Jika diusia belia beliau telah menjadi rujukan kaumnya, menolak kredibilitas beliau setelah menjadi nabi menjadi tidak beralasan, apalagi menuduh beliau pendusta, tukang sihir, dan lainya.
i.        Muhammad menjelang usia kematangan (40 tahun), secara intensif melakukan perenungan tentang hakikat kehidupan. Beliau memilih gua hira’ sebagai tempat perenungan karena posisi gua ini sangat strategis untuk menyaksikan sepak terjang penduduk mekkah yang semakin jauh dari sifat-sifat kemanusiaan.
Tuntutan allah kepada beliau dapat kita ketahui dari al-quran antara lain :
Ø  Al-quran diturunkan kedalam dadanya, dan beliau tidak lupa selama-lamanya. Tugas beliau adalah menerima al-quran dengan tenga dan tidak tergesa-gesa, menyampaikan kepada para sahabat dan mengamalkan dalam dunia nyata. Dengan al-quran itulah beliau meretas kehidupan baru bersama para sahabat.
Ø  Bimbingan allah lewat al-quran nyata dan setiap aktivitas dakwah beliau. Ketika masih binging menentukan apa yang harus dilakukan setelah menerima wahyu pertama, turun ayat yang menegur beliau karena masih berselimut dan berdiam diri di rumah, lalu memerintahkan beliau untuk giat menyeru kepada keagungan allah. Secara pribadi, beliau diwajibkan untuk shalat malam agar lebih tegar menghadapi masyarakat yang membangkang, karena memiliki tempat pengaduan yang tiddak ada masalah kecuali akan teratasi oleh-nya.
Ø  Setiap pertakaan beliau dituntun oleh allah, jika beliau keliru dalam tindakan maka allah akan langsung menegur, ayat-ayat yang berisi teguran disebut ‘itab. Seperti ketika belau sedang berbincang dan wajah beliu sedikit masam, maka turunlah  abasa.
Ø  Di sisi lain beliau juga dikaruniai istri yang taat.
2.      Kondisi objek masyarakat arab yang saat itu diutus.
a.       Kondisi agama
Informasi tentang kepercayaan mereka dapat kita lihat dalam al-quran, antara lainnya :
Ø  Orang arab musyrikin menyembah tuhan-tuhan yang mereka yakini sebagai perantara yang dapat memberikan syafaat untuk mereka kepada allah. Mereka tahu siapa allah, tetapi mereka meminta syafaat kepada tuhan-tuhan palsu.
Ø  Taklid mereka sangat kuat dengan apa yang mereka lihat dari orang tua dan nenek moyang mereka. Taklid ini mengakibatkan sulitnya menembus dinding kepercayaan jahiliah yang ada.
Ø  Kerusakan dalam bidang akidah berimplikasi kepada rusaknya ibadah, tingkah laku, syiar, dan syarat yang mereka lakukan. Di antara contoh yang terekam sejarah.
Ø  Masuknya unsur berhala dan ritual haji. Mereka meletakan patung-patung disekitar ka’bah, mereka tahwaf di sekitarnya dan kadang tanpa menggunakan sehelai kain pun.
Ø  Persepsi mereka tentang allah sangat sempit dan picik. Mereka bergeser dari kebenaran tentang ‘asma dan sifat allah, seperti allah punya anak dan memiliki kebutuhan, para malaikat adalah anak perempuan allah, menjadikan jin sebagai sekutu allah. Mengingkari qadar, tidak percaya degan hari bangkit, dan menuding masa sebagai faktornya musibah.
Ø  Menambah dan mengurangi ajaran ibadah sesuai dengan hawa nafsu dan kehendak mereka. Mereka tidak wukuf sebagaimana orang lain wukuf. Mereka berpandangan bahwa umrah dibulan haji adalah perbuatan dosa besar. Di antara tambahan ibadah yang mereka lakukan di masjidilharam adalah sembahyang dengan siulan dan tepuk tangan, hal lain mempersembahkan sesajen untuk patung-patung sebagai penghormatan buat patung-patung tersebut, bersumpah atas nama lata, uzza, dan seterusnya.
Ø  Bidang akhlak dan budaya yang ada pada mereka antara lain : bangga dengan garis keturunan, mencela nasab, meminta hujan dengan pertolongan binatang, berteriak-teriak terhada kematia, mencela seseorang dengan membawa-bawa nama orang tua, sombong dengan posisi mereka sebagai penguasa masjidilharam, mengagungkan harta, dunia dan pemiliknya, dan menganggap rendah orang kafir dan lemah.
b.      Kondisi polotik dan hukum
Kondisi politik di hirah, syam, dan hijaz sangat rusak. Manusia terbagi menjadi dua kelas, tuan dan budak, Atau pemimpin dan rakyat. Mereka tidak ubah seperti mesin ynag siap memproduksi kekayaan untuk pemimpinnya. Rakyat terombang ambing dalam kesesatan, meliputi kezaliman, kehinaan, dan penyiksaan mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Keamanan relatif stabil di mekkah, hampir tidak terjadi peperangan sebelum islam kecuali perang fajar. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kakbah yang selalu mereka kunjungi setiap tahun. pada hakikatnya pemerintahan tersebut perpaduan antara kepemimpinan dunia dan kepemimpinan agama.
Sebelum islam lahir, kaum kerabat rosulullah memiliki posisi penting di masyarakat makkah, meskipun dari segi kekayaan mereka mungkin mereka di bawah rata-rata. Sebelum lahirnya islam kaum kerabat rosulullah memiliki posisi penting di masyarakat makkah, meskipun dari segi kekayaan mereka adalah orang yang biasa-biasa saja, bahkan di kalangan pedangan mereka dibawah rata-rata, ketegangan muncul di kalangan mereka untuk memperebut posisi penting di kalangan masyarakat.
Di antara tokoh penting qurais yang menentang keras islam adalah:
1.      Al-aswad bin al-muthalib dan as-wad bin abdi yaghuts az-zuhri. Mereka adalah di antara orang yang paling diagungkan oleh masyarakat qirais pada zaman jahiliah.mereka diantaranya yang selalu menghina rosul.
2.      Abu jahal, harits, dan amr. Tiga saudara ini adalah anak al-munghira bin hisyam al-mukhzuma. Mereka selain memusihi nabi juga menghalang-halangi dan bahkan menyiksa orang-orang lemah dari kaum muslim.
3.      Hakim bin hizam bin khuwailin, al-hakam bin abil ash bin umayyah dan al-walid bin munghirah al-makhzumi adlah para konglomerat mekkah yang sombong dan selalu menjelek-jelekan nabi.
4.      Abu umayyah sa’id bin al-ash bin umayyah bin abdi syam, ‘amr bin abdi wud al-‘amiri (penunggang kuda tersohor), sauhil bin ‘amr (negosiator ulung, utusan qurais dalam perjanjian hudaybiayah), al-harits bin qois bin abdis sahmi, abu sufyan sakhr bin hard, abdul ‘uzza bin abdul mutthalib, dan abu lahab.
c.       Kondisi sosiokultural
Pada saat itu ada beberapa pendapat yang dicermati, jika dilihat dari sudut sosiokulturalnya antara lain:
1.      Hubungan antara laki-laki dan perampuan sudah rusak.
2.      Perlakuan terhadap budak semena-mena.
3.      Budaya miras mengakar.
4.      Simbol kehidupan mereka adalah minuman keras, pedang, dan wanita.
d.      Kondisi ekonomi
Pada saat iru pertanian terdapat di pinggiran jazirah arab, suku badui yang mayoritasnya pengembala kambing dan unta kehidupan mereka pun berpindah-pindah. Sedangkan yang berdagang merupakan primadona masyarakat makkah dan qurais, perdagangan ini melahirkan orang-orang kaya yang berfoya-foya dan orang miskinpun terbuang, banyak yang tidak mamu mendengarkan dakwah rosul pada saat itu dikarenakan mereka tidak mau duduk satu majelis dengan orang miskin dan hamba sahaya, sementara itu ekonomi ribawi adalah landasan ekonomi mereka.
e.       Modal dasar yang baik.
Kebanyakan orang jahiliah memiliki sifat-sifat yang negatif dan hal-hal yang tidak diterima oleh akal dan ditolak oleh nurani tetapi disisi lain mereka memiliki sifat yang positif diantaranya :
1.      Dermawan
2.      Kuat dalam memegang janji
3.      Memiliki kebanggan terhadap diri yang tinggi tidak mudah tunduk kepada orang lain.
4.      Teguh dalam memegang janji
5.      Peramah dan tidak tergesa-gesa
6.      Masih bersih dari pemikiran budaya asing
3.      Materi dakwah nabi
Al-mubarakfury menyimpilkan bhawa materi dakwah nabi di makkah diantaranya :
1.      Tauhid
2.      Iman kepada hari kiamat
3.      Pembersih jiwa dengan menjauhi segala kemungkaran dan kekejian yang menimbulkan akibat buruk, dan dengan melakukan hal-hal yang baik dan utama.
4.      Penyerahan segala urusan kepada allah
5.      Semua itu setelah beriman kepada risalah muhammad.
4.      Metode dakwah nabi di makkah
1.      Tahapan dakwah secara rahasia selama tiga tahun
2.      Tahapan dakwah secara terang-terangan terhadap penduduk makkah mulai tahun keempat kenabian sampai akhir tahun kesepuluhan kenabian.
·         Mengundang bani hasyim kerumahnya, kemudian selama dua kali untukn menjelaskan bahwa beliau diutus oleh allaj.
·         Undangan terbuka kepada seluruh masyarakat qurais dibukit shafa. Disini beliau ingin melihat bagaimana pandangan masyarakat qurais terhadap kepribadian beliau. Masyarakat qurais kepakat bahwa beliau adalah orang yang tidak berdusta. Setelah itu beliau mengumumkan kenabiannya.
·         Menyatakan sikap tegas terhadap hakikat ajaran yang dibawa dan mengancam keliru masyarakat yang tersebar dimasyarakat. Maka turunlah ayat 94 surar al-hijr.
·         Melakukan pembinaan dan pengkaderan intensif di rumah arqam bin abil arqm.
·         Menyuruh sebagian umat muslim untuk malakukan hijrah ke habasyah dengan tujuan menyelamatkan iman kaum muslimin dari fitnah.
3.      Tahapan dakwah diluar makkah, berlangsung dari akhir tahun kesepuluh kenabian smpai hijrah ke madinah.
·         Melakukan perjalanan ke taif.
·         Menawarkan islam kepada kabilah-kabilah dan pribadi-pribadi.
·         Dari hasil akwah nabi tersebut masuklah enam orang penduduk yastrib.
·         Bai’at aqobah I (tahun kedua belas kenabian), jumlah peserta 12 orang.
·         Bai’at aqobah II (tahun ketiga belas kenabian), jumlahnya 70 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
·         Hijrah ke madinah.

5.      Sarana dakwah nabi di makkah.
a.       Sarana fisik, diantaranya :
Ø  Masjidilharam sebagai sarana untuk memperlihatkan kekuatan kaum muslim.
Ø  Bikit safa untuk pertemuan umum.
Ø  Rumah sebagai pengkaderan para sahabat.
Ø  Tabliq terbuka, kefasihan, dan retorika rasulullah yang baik.
Ø  Dakwah bil haal.
Ø  Melakukan ta’akhi (mempersaudarakan sesama muslim)
Ø  Meminta bantuan kepada orang lain untuk ta’ziz (kemuliaan) dakwah.
b.      Secara nonfisik, diantaranya :
Ø  Hubungan rosulullah yang sangat dekat dengan allah.
Ø  Kejujuran dan kepribadian rosulullah yang luhur.
Ø  Kehati-hatian dan kewapadaan.
Ø  Menetapkan stategi dan sistem yang tertata baik.
6.      Problematika dakwah dan ketegaran rosulullah.
a.       Di antaranya jalan yang halus.
Ø  Melakukan negosiasi kepada abu thalib agar nabi muhammad menghentikan dakwahnya.
Ø  Menawarkan apa saja kepada muhammad baik itu wanita, kedudukan, dan dokter kalau memang beliau mengalami gangguan jiwa.
Ø  Menawarkan ibadah secara bergantian.
b.      Jalan yang setengah kasar, di antaranya :
Ø  Mencemooh, menghina, melecehkan, mendustakan, serta menertawakan, dan menuduh sebagai orang gila.
Ø  Melontar propaganda palsu dengan mengatakan bahwa ajaran muhammad adalah dongeng orang-orang terdahulu.
c.       Jalan kasar di antaranya :
Ø  Menebar duri di tempat rasullah lewat.
Ø  Melakukan penyiksaan kepada beberapa pengikut nabi.
Ø  Blokade multidimensi.
Ø  Upaya pembunuhan nabi.
7.      Ciri umum dakwah rosulullah di mekkah.
Ciri-ciri tersebut antara lain :
a.       Perhatian dakwah berpokus pada upaya untuk menyampaikan dakwah dan menyebarkan dengan cara syiriyyah (sembunyi) maupun dengan cara jahriyyah (terang-terangan).
b.      memerhatikan aspek tarbiyah (pengkaderan terpadu), tujuan pengkaderan dalam rangka mengciptakan basis kader islam yang kokoh untuk berdirinyabisitem islam.
Urutan tarbiah di antaranya :
Ø  mengajarkan agama terhadap mereka
Ø  menetapkan islam secara langsung dalam kehidupan keseharian.
Ø  Menanamkan semangat ukhuwah di antara sesama mereka.
Ø  Saling manasihati dalam menegakkan al-haq (kebenaran) dan saling menasihati agar tetap dalam kesabaran.


B.     Dakwah nabi di madinah
Sebelum nabi muhammad SAW diutus umat manusia hidup dalam kegelapan, sabagai contoh di negeri arab yang orang-orangnya menciptakan berhala dan patung untuk di sembah. Pad atahun 621 SM 10 suku khazraj mendatangi nabi dan meyatakan dirinya masuk muslim dan mengajak nabi hijrah ke madinah.
Ø  Perjanjian aqabah pertama
1.      Mendengarkan dan mentaati nabi dalam keadaan semangat maupun malas.
2.      Manafkahi harta, baik dalam keadaan mudah maupun sulit.
3.      Melakukan amal makruf dan nabi mungkar.
4.      Tetap tabah menghadapi celaan kaum kafir.
5.      Melindungi nabi sebagai mana mereka melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka.
Pada masa itu nabi mendapatkan tantangan hebat dari kaum kafir qurais mekkah namun kaum muslimin mendapatkan dukungan dari pendudul madinah.
Usaha nabi dalam dakwah di madinah :
1.      Membangun masjid.
Masjid nabawilah yang pertama kali dibangun pada bulan rabiul awal 1 hijriah ( sep 622 sm) masjid nabawi sebgai tempat ibadah, pusat perencanaan kegiatan masyarakat pusat latihan dan pendidikan.
Nama-nama masjid yang beliau bangun :
Ø  Masjid jumu’ah
Ø  Masjid gamamah
Ø  Masjid ali
Ø  Masjid bani quraizah
Ø  Masjid ubay bin ka’ab
Ø  Masjid salman
2.      Mempersaudarakan kaum anshar dan muhajirin hal itulah yang dilakukan nabi agar kaum muhajirin dapat memperkuat perlindungan yang kuat di madinah.
3.      Menyusun distur (undang-undang)
Undang-undnag yang dikenal sebagai piagam madinah yang berisi mengenai hak dan kawajiban bagi kaum muslim dna non muslim.
Fungsi piagam madinah di antara lain :
Ø  Mengatakan suku aus dan khazray
Ø  Pengakuan terhadap nabi muhammad sebagai hakim dan kepala negara.
Ø  Menjamin kebebesan rakyat
Ø  Mengembangkan sikap toleransi antara umat.
Ø  Menghentikan akad istiadat buruk bangsa arab.
Rintangan terhadap dakwah di madinah terjadinya perang antara kaum muslim dan kaum kafir, di antaranya :
Ø  perang badar
terjadi pada bulan ramadhan 2 H (624M) orang qurais 1000 orang sedangkan umat muslim hanya 314 orang, di piha
Ø  perang uhud
terjadi pada tahun 3 H (265 m) yang di pimpin oleh abu sofyan beserta istrinya abu sofyan memebolisasi 3000 prajurit sedangkan nabi muhammad hanya membawa 1000 pasukan namun abdullah bin ubay munafik dengan 300 yahudi pembelot dan kembali k madinah. 700 pasukan tetap berperang yang gugur hanya 70 orang termasuk paman nabi abu sofyan yang lain selamat.
Ø  perang khandaq.
Pada bual syawal 5 H (627 M) sejumlah 10.00 pasukan di bawa oleh abu sofyan dan nabi hanya membawa 3000 pasukan
Masa-masa akhir dakwaah rasulullah
Pada tahun 10 H nabi muhammad menunaikan ibadah haji yang dikenal sebagai haji wada’. Di depan kurang lebih 100.000 orang muslimin nabi berkhudbah yang isinya.
1.      Jangan menupahkan darah kecuali yang berhak
2.      Jangan mengambil harta orang lain dengan bathil.
3.      Jangan riba dan menganiaya.
4.      Jengan balas dendam dengan tebusan dosa.
5.      Memperlakukan para istri dengan baik dan lembut.
6.      Perintah menjauhi dosa.
7.      Perintah untuk saling memaafkan ata semua pertengkaran antara mereka di zaman jahiliah.
8.      Tegakkan persaudaraan dan persamaan sesama manusia.
9.      Perintah berpegang teguh pada dua sumber yang ditinggalkan nabi, yaitu al-quran dan as-sunah.

Wafatnya nabi
Tiga bulan setelah nabi kembali kemadinah, beliau menderita sakit. Abu bakar yang disuruh mengimami kaum muslimin sebanyak tiga kali. Sakit beliau selama 14 hari beliau menghembuskan nafas pada hari senin, 12 rabiul awwal 11 H, dalam usia 63 tahun di rumah istrinya aisyah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar