SEJARAH
DAKWAH
Menuju
Pemahaman Sejarah Dakwah Secara Akurat
mempelajari sejarah
dakwah pada dasarnya adalah mempelajari sunnahtullah yang terjadi pada rentang
waktu yang panjang. Banyak orang yang mengatakan bahwa sejarah mengulang
dirinya. Sebenarnya bukan sejarah yang mengulang dirinya, tapi allahlah yang
memutarnya kembali pada saat orang-orang pada zaman tertentu melakukan
perbuatan yang sama atau mendekati perbuatan yang dilakukan oleh orang tersebut
dalam sejarah.
Diantara sunnatullah
dalam dakwah adalah sinah ibtila, tamhish, dan tamkin (cobaan, seleksi, dan
kemapanan). Maksudnya, di dalam perjalanan kolosal dakwah yang bertujuan untuk
menyampaikan prinsip-prinsip ajaran allah, semua nabi dan para pengikutnya
tidak dibiarkan oleh allah berdakwah tanpa ujian dan cobaan. Dengan ujian dan
cobaan yang diberikan mereka menjadi manusia-manusia yang bermental baja dan
siap memikul amanah yang berat.
Ibtida’ adalah sarana
untuk menyeleksi dan membersihkan hati orang-orang yang akan dijadikan hawari
atau kader barisan terdepan, pembawa panji amanah tidak layak dipegang oleh
semua orang, tetapi memerlukan orang-orang piliha, mereka orang-orang yang
telah lulus seleksi yang dipersiapkan secara matang untuk tujuan itu agar
mereka mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Sunatullah selanjutnya
adalah sinnah taqhyir, tadawuln dan nash (perubahan, pergantian, dan
kemenangan). Perubahan dalam realitas dakwah dan dalam kamus pada da’i
tergantung dari kesungguhan mereka untuk bekerja menjemput perubahan yang
dimulai dari dalam diri, dan dari dalam saf kaum muslimin. Disini sunah
perubahan akan menghadapi mereka.
Sunnatullah yang juga
wajib diperhatikan oleh para da’i adlah sunnah al-i’dad (persiapan). Tidak
mungkin sebuah perubahan, pergantian, dan kemenangan terjadi tanpa ada
persiapan. Sunnah selanjutnya adalah tadafi’ (pertarungan), yaitu pertarungan
laten antara haq dan batil.
Bab I
Pengertian, ruang lingkup, kedudukan, dan fungsi
sejarah dakwah.
A. Pengertian
sejarah dakwah
Sejarah dakwah memiliki dua kosa
kata yaitu sejarah dan dakwah. Sejarah berasal dari bahasa arab “SYAJARAH” yang
berarti pohon. Salah satu alasan terpilihnya kata yang bermakna pohon ini,
barangkali karena sejarah mengandung konotasi genealogi, yaitu pohon keluarga
yang menunjuk kepada asal usul suatu marga.
Dengan demikian sejarah dakwah
dapat diartikan sebagai peristiwa masa lalu umat manusia dalam upaya mereka
menyeru, memanggil dan mengajak umat manusia kepada islam serta bagaimana
reaksi umat yang diseru dan perubahan-perubahan apa yang terjadi setelah dakwah
digulirkan, baik langsung maupun tidak langsung.
B. Ruang
lingkup sejarah dakwah.
Pembatasan ruang lingkup kajian
dakwah berangkat dari jawaban pernyatan kepada dakwah islam dimulai. Setidaknya
ada dua pendapat besar tetang permulaan dakwah, yaitu :
1. Peneliti
yang menjadikan permulaan dakwah adalah pada masa rosulullah SAW. Pendapat ini
merujuk pada terminologi khusus dari dakwah islamiah, bahwa islam adalah agama
yang dibawa oleh Nabi SAW.
2. Peneliti
lain berpendapat bahwa permulaan dakwah adalah sejak diutusnya para nabi dan
rosul. Pendapat ini merujuk pada terminologi umum dari dakwah islamiah, bahwa
dakwah para nabi hakikatnya adalah satu, seluruh rasul telah menyampaikan islam
dalam arti yang luas.
C. Kedudukan
dan fungsi sejarah dakwah
Adapun fungsi mempelajari sejarah
dakwah antara lain.
1. Untuk
mengetahui bagaumana strategi perjuangan para rosul dan kegigihan mereka dalam
menyebarkan dakwah tauhid.
2. Mengidentifikasikan
penyakit umat setiap zaman dan bagaimana mencari jalan keluar dari penyakit
tersebut.
3. Menentukan
sikap dalam dakwah dengan bercermin dari sejarah yang benar.
4. Mengatahui
faktor kemajuan dan kemunduran dakwah dari masa ke masa.
5. Untuk
menupuk semangat perjuangan para da’i.
6. Mengetahui
sejauh mana dakwah islam telah dapat memengaruhi dan merombak jalannya sejarah,
atau telah berhasil menciptakan realitas sosiokultur baru.
7. Memperediksi
apa yang abakal terjadi dengan peran islam di masa mendatang delam rangka
penataan kehidupan masyarakat baru.
D. Sekilas
tentang sejarah dakwah dalam al-quran.
Sejarah dlam al-quran adalah
sejarah yang mengungkapkan tentang siklus kehidupan dan sunnatullah yang tidak
pernahberubah. Al-quran selalu mengungkapkan pertarungan antara hak dan batil,
yang pada akhirnya kemenangan akan selalu pada pihak yang membela kebenaran.
Al-quran juga mengubah persepsi manusia tentang kemenangan ynag lebih diartikan
dengan kesuksesan meraih sesuatu yang dicita-citakan di dunia. Kemenangan
menurut al-kuran adlah kekuatan mempertahankan keistimewaan dan ketegaran
prinsip tauhid sampai ajal menjemput. Dalam al-quran banyak bercerita kepada
kita tentang tingkah pola umat manusia terdahulu yang akhirnya mendapatkan azab
dari allah, dan bagaimana kiat-kiat pada mushlihun (reformasi) pada zamannya
untuk menyelamatkan masyarakat dari azab allah.
BAB
II
SEJARAH
DAKWAH
Sebelum
Nabi Muhammad Saw
(Nabi
Nuh As Sampai Dengan Nabi Isa As)
A. Dakwah
nabi nuh As.
Dakwah
nabi nuh dalam al-quran di ungkapkan dalam astu surah lengkap, yaitu dalam
surah nuh. Dalam surah tersebut dikisahkan kepada kita tentang sebagian dari
metode dakwah, prioritas dakwah, dan kesabaran beliau berkhitmat untuk
kaumnyadalam waktu yang lama.
Prioritas
dakwah beliau adalah meluruskan akidah umat. Mayoritas waktu beliau difokuskan
untuk membenahi permasalahan akidah, mangajak umatnya untuk bertakwa kepada
Allah, dan setia kepada dirinya. Berbagai metode yang beliau pakai,
kadang-kadang dengan cara mengingatkan bahaya pembangkangan, kadang-kadang
menyampaikan berita gembira kepada orang yang taat. Pada saat tertentu beliau besikap
keras, sat yang lain berlaku lemah lembut.
Umur
terpanjang yang kita ketahui adalah umur nabi nuh yang hidup selama seribu
tahun kurang lima puluh tahun (950 tahun).
B. Dakwah
nabi hud as.
Al-quran
memberikan beberapa informasi tentang metode dakwah nabi hud kepala kaumnya,
dan menyebutkan juga beberapa upacara beliau yang dilontarkan kepada kaumnya.
Nabi hud menggunakan metode komunikasi yang jitu kepada mereka. Beliau berusaha
untuk mencari titik persamaan yang sebanyak-banyaknya dengan umatny dan mengingat
prestasi-prestasimasa lalu kaumnya.
C. Dakwah
nabishaleh as.
Dakwah
utama shaleh adalah tauhid sebagaimana nabi lainnya. Beliau datang untuk
meluruskan persepsi umatnya tentang asal-usul penciptaan dan tugas mereka
dibumi.
Nabi
shaleh sangat menguasai sejarah umatnya dan menggunakannya dalam kemaslahatan
dakwah. Beliau mengingatkan kebesaran dan kejayaan bangsanya pada masa lalu
yang pernah memimpin dunia setelah kaum ‘ad. Kejayaan tersebut adalah karena
kedatangan mereka dengan ajaran Allah dan tidak berbuat semena-mena di muka
bumi. Manakala mereka menjauh, kehancuranpun terjadi.
Lalu
mereka meminta kepada shaleh untuk memperlihatkan mukjizatnya kepada mereka,
yaitu mengeluarkan unta dari batu. Allah membantu shaleh untuk memenuhi
permintaan mereka. Tetapi setelah permintaan mereka benar-benar menjadi
kenyataan, mereka malah bertambah ingkar dan tidak percaya. Mereka menyembelih
untuk mukjizat itu dan mereka melanggar perintah tuhan mereka. Tidak hanya
membunuh unta tersebut mereka malah menantang shaleh untuk mendatangkan azab
jika shaleh benar-benar seorang rosul. Karena kesombangan mereka tersebut maka
allah benra-benar menurunkan azab untuk mereka. Mayat-mayat mereka
bergelimpangan di rumah-rumah mereka.
D. Dakwah
nabi ibrahim as.
Al-quran
banyak mengisahkan tentang diskusi ibrahim dengan bapak dan kaumnya, dan
menjelaskan sedikit tentang metode dakwahnya, dan bagaimana cara ibrahim
memperlakukan patung sesembahan mereka . al-quran juga mengungkapkan
pengingkaran kaum terhadapnya, penyiksaan mereka dan ancaman untuk membakar
ibrahim dan akhirnya mereka laksanakan, tetapi allah menyelamatkan ibrahim.
Kemudian ibrahim pindah dari irak ke palestina bersama istirnya, sarah, dan
saudaranya yang bernama luth as. Dalam kenabianya, ibrahim bnyak mengalami
cobaan berat. Tetapi beliau selalu tegar dan penuh keyakinan. Allah SWT,
memerintahkan ibrahim untuk membangun labah. Al-quran tidak menyebutkan kapan
ibrahim wafat dan hubungannya dengan kaumnya. Tetapi kisah tentang ibrahim
berfokus pada biografi hidup beliau yang patut dijadikan contoh, cobaan yang
beliau alami dan bagaimana kesabaran beliau menghadapinya, dan kemuliaan allah
buatnya dengan selalu menolongnya dan mengabulkan doana.
E. Dakwah
nabi luth as.
Nabi
luth mengajak umatnya untuk menyembah allah dan melarang mereka berbuat maksiat
dan kemesuman yang telah tersebar luas di kalangan mereka. Kaum nabi luth
mendustai luth dan berencana untuk mengusir dari negara mereka sendiri sambil
menantang agar mereka didtangankan azab. Allah binasakan mereka dengan mengirim
hujan batu ke atas mereka.
F. Dakwah
nabi yusuf as.
Tentang
yusuf, al-quran lebih berfokus pada biografi hidup beliau. Dimualia dengan
kisah kedengkian saudara-saudara beliau lalu melakukan makar kepadanya.
Kemudian cerita tentang cobaan demi cobaan yang dialami beliau di masa mudanya.
Yusuf adalah simbol pemuda yang takwa dna sabar.
G. Dakwah
nabi syu’aib as.
Kaum
nabi syu’aib menanggapi dakwah nabinya dengan mengolok-ngolok. Melihat sikap
beliau seperti iyu, nabi syu’aib menyikapi dengan tenga dan lembut, dan
mengingatkan kepada mereka nasib kaum sebelum mereka yang mendustakan kenabian.
H. Dakwah
nabi musa as.
Nabi
musa di utus oleh allah untuk bani israil. Ia tumbuh di rumah firaun, setelah
dewasa ia diagkat oleh allah menjadi nabi dan diturunkan kepadanya taurat, dan
dakwahnya di bantu oleh saudara-saudaranya : harun as dan juga dibekali
mukjizat. Tentang isi dialog antara musa dan harun degan firaun dapat dilihat
pada surah tahaha ayat 49-64, surah al-qashash ayat 36-40, dan pada surah
as-syu’ara ayat 18-21. Secara garis besar dialog tersebut berbicara tentang
hakikat ketuhanan yang saat itu menganggap bahwa firaunlah tuhan mereka. Ketika
musa datang dan membawa ajaran sebenarnya tentang ketuhanan dengan dibuktikan
beberapa mukjizat yang diberikan allah kepadanya. Firaun dan para pembesarnya
menganggap bahwa musa menggunakan sihir untuk meruntuhkan kekuasaan mereka dan
mengusir mereka dari negeri mereka. Untuk melenyapkan pengaruh musa, akhirnya
firaun yang dibisiki oleh para pembesarnya memutuskan untuk memanggil penyihir
bayaran.
Sampai
pada hari yang ditentukan, terjadilah pertarungan anatarapenyihir diraun degna
mukjizat musa. Allah mememangkan musa bahkan membuat tukang sihir tersebut
tunduk dan beriman kepada musa. Disaat mereka sengsara dengan azab yang
diturunkan allah kepada mereka, akhirnya mereka menemui musa meminta agar ia
memohon kepada allah agar azab yang diturunkan kepada mereka di cabut.
I. Dakwah
nabi daud as
Nabi
daud berdakwah dibekali oleh allah dengan kitab zabur selain itu beliau juga
memiliki suara yang indah. Dan dapat menundukan besi, allah tundukan gunung
agar bertasbih kepada daud begitu juga burung, allah kukuhkan kerajaannya dan
allah berikan kepadanya hikmah yang berbentuk kesempurnaan ilmu dan ketelitian
amal perbuatan, tetapi al-quran tidak menjelaskan secara terperinci metode
dakwah beliau dan sikap terhadap kaum.
J. Dakwah
nabi sulaiman as.
Al-quran
hanya menjelaskan keistimewaan dan mukjizat yang diberikan kepada dirinya,
keistimewaan tersebut adalah kerajaan yang besar, tunduknya angin dan setan
terhadap perintahnya dan dia juga mengetahui bahasa binatang. Metode dakwah
meliau menggunakan surat untuk mengajak ratu saba’ agar memeluk agama islam,
beliau memanfaatkan kerajaan yang besar agar masyarakat melaksanakan
perintahnya.
K. Nabi
isa as.
Kelahiran
nabi isa adalah salah atu kekuasaan allah menurunkan kitab injil dan berdakwah
di kalangan umatnya yang menauhidkan allah. Arena ketegarannya beliau
berdakwah, umat beliau tidak senang akhirnya merencanakan mekar kepada beliau,
meskipun mukjizat tentang kenabian beliau sangat banyak mereka aksikan. Allah
selamatkan nabi isa dan ia diangkat ke langit dan menurut hadist-hadist
mutawatir ia akan di bangkitkan kembali pada akhir zaman.
L. Gambaran
umum seputar perjalanan dakwah sebelum nabi muhammad saw.
Beberapa
ciri umum diantaranya :
1. Semua
nabi memiliki ajaran yang sama tujuannya yaitu mengajak untuk menauhidkan allah
swt. Dan melarang manusia melakukan perbuatan yang diharamkan.
2. Risalah-risalah
sebelum nabi muhammad bersifat mahaliyyah (hanya untuk kawasan tertentu).
Setiap rosul tersebut diutus untuk kaum tertentu. Risalah yang bertujuan untuk
memberikan solusi yang dibutuhkan pada masanya, mmenuhi kebutuhan masyarakat
yang masing-masing memiliki kebutuhan khas dan tuntutan yang berbeda.
3. Sunnatullah
dalam dakwah pada masa silam selalu mengatakan bahwa kemenangan pada akhirnya
akan selalu berpihak pada orang-orang yang beriman dan orang-orang kafir akan
di binasakan.
4. Dalam
mengungkapkan tentang sejarah perjalanan para nabi dan rosul dengan kaumnya,
al-quran al-karim menceritakan dengan gaya bahasa yang bervariasi kadang-kadang
mengungkapkan dengan rinci dan ada juga yang ringkas, dan ada penekanan
tertentu pada perjalanan hidup para nabi dan rosul dan karakteristik mereka,
kadang-kadang mengungkapkan metode dakwah mereka di tempat yang lain mengungkap
tentang sarana yang dipakai oleh para rosul.
5. Sudah
menjadi sunnatullah bahwa setiap rosul dibantu oleh allah dengan mukjizat agar
orang menjadi beriman dan orang yang tidak mau beriman telah ampai kepada
mereka hujah.
6. Grafik
penerimaan dakwah oleh umat sebelum nabi muhammad cukup variatif, anatara naik
an turun. Dakwah tidak ditolak secara mutlak, dan tidak di tolak secara mutlak.
7. Secra
umum, para nabi sebelum muhammad berdakwah dengan dua pendekatan :pertama,
dakwah kulturan, hidup bersama masyarakat dan menjadi bagian tak terpisah dari
mereka yang di dakwahi; kedua, dakwah struktural, mereka menjadi nabi sekaligus
menjadi penguasa termasuk nabi yusuf, daud, dan sulaiman.
BAB III
DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW
Pendahuluan
Dakwah muhammad saw. Dapat dibagi
dalam dua periode penting yaitu periode makkah dan periode madinah dan stiap
periode memiliki kriteria berbeda.
A. Dakwah
nabi di makkah
1. Muhammad
saw dan tujuan pengutusannya.
Di
antara persiapan-persiapan ke arah kenabian itu adalah.
a. Tempat
tinggal muhammad kecil. Beliau tinggal si sebuah desa yang jauh dari pengaruh
kota, alam yang segar, dan suasana yang serba alami. Semua pakar sepakat bahwa
lingkungan adalah salah atu faktor penting dalam pembentukan kepribadian
seorang anak.
b. Penyucian
nabi tahap satu di desa halimah, perkampungan bani sa’ad. Dengan bekal hati
yang suci, muhammad kecil tidak pernah melakukan tindakan yang dapat merusak
citranya dihadapan umatnya dikemudian hari.
c. Hidup
dalam keperhatinan, ditinggal bapak dari kecil setelah itu di tinggal pula oleh
ibunya, selanjutnya kakeknya yang begitu menyayangi dirinya. Orang yang
terbiasa dan terlatih hidup dalam keperihatianan biasanya lebih tahan dan kuat
menjalani kehidupan yang penuh rintangan. Tugas kenabian adalah salah satu yang
memerlukan jiwa yang tegar.
d. Latihan
kesabaran dengan mengembara kambing. Pengalaman memelihara kambing menjadikan
nabi muhammad mampu sabar menghadapi masyarakat yang kadang lebih susah untuk
diataur dari pada kambing.
e. Peran
aktif dalam kegiatan di masyarakat sejak kecil, ikut serta paman-pamannya dalam
hilful fudhul. Melibat diri dalam kegiatan positif bersama masyarakat adalah
faktor pentin upaya pematangan kepribadian.
f. Menimba
pengalaman internasional, ikut aramada dagang suku qurais. Pengalaman
internasional jadi muhammad paham tentang konstelasi dunia. Beliau adalah orang
yang memiliki pengetahuan global. Mustahil seorang yang dipersiapkan menjadi
pencerah alam tidak mengetahui tentang dunia yang akan dicerahkannya.
g. Tidak
pernah cacat dimasyarakat. Selain karena lahir dari keluarga mulia, muhammad
juga selalu mengerjakaperbuatan yang mulia.
h. Memiliki
prestasi yang diakui oleh umatnya sejak usia belia ; menjadi pemersatu umat
dalam peletakan kembali hajar aswat. Jika diusia belia beliau telah menjadi
rujukan kaumnya, menolak kredibilitas beliau setelah menjadi nabi menjadi tidak
beralasan, apalagi menuduh beliau pendusta, tukang sihir, dan lainya.
i.
Muhammad menjelang usia kematangan (40
tahun), secara intensif melakukan perenungan tentang hakikat kehidupan. Beliau
memilih gua hira’ sebagai tempat perenungan karena posisi gua ini sangat strategis
untuk menyaksikan sepak terjang penduduk mekkah yang semakin jauh dari
sifat-sifat kemanusiaan.
Tuntutan
allah kepada beliau dapat kita ketahui dari al-quran antara lain :
Ø Al-quran
diturunkan kedalam dadanya, dan beliau tidak lupa selama-lamanya. Tugas beliau
adalah menerima al-quran dengan tenga dan tidak tergesa-gesa, menyampaikan
kepada para sahabat dan mengamalkan dalam dunia nyata. Dengan al-quran itulah
beliau meretas kehidupan baru bersama para sahabat.
Ø Bimbingan
allah lewat al-quran nyata dan setiap aktivitas dakwah beliau. Ketika masih
binging menentukan apa yang harus dilakukan setelah menerima wahyu pertama,
turun ayat yang menegur beliau karena masih berselimut dan berdiam diri di
rumah, lalu memerintahkan beliau untuk giat menyeru kepada keagungan allah.
Secara pribadi, beliau diwajibkan untuk shalat malam agar lebih tegar
menghadapi masyarakat yang membangkang, karena memiliki tempat pengaduan yang
tiddak ada masalah kecuali akan teratasi oleh-nya.
Ø Setiap
pertakaan beliau dituntun oleh allah, jika beliau keliru dalam tindakan maka
allah akan langsung menegur, ayat-ayat yang berisi teguran disebut ‘itab.
Seperti ketika belau sedang berbincang dan wajah beliu sedikit masam, maka
turunlah abasa.
Ø Di
sisi lain beliau juga dikaruniai istri yang taat.
2. Kondisi
objek masyarakat arab yang saat itu diutus.
a. Kondisi
agama
Informasi
tentang kepercayaan mereka dapat kita lihat dalam al-quran, antara lainnya :
Ø Orang
arab musyrikin menyembah tuhan-tuhan yang mereka yakini sebagai perantara yang
dapat memberikan syafaat untuk mereka kepada allah. Mereka tahu siapa allah,
tetapi mereka meminta syafaat kepada tuhan-tuhan palsu.
Ø Taklid
mereka sangat kuat dengan apa yang mereka lihat dari orang tua dan nenek moyang
mereka. Taklid ini mengakibatkan sulitnya menembus dinding kepercayaan jahiliah
yang ada.
Ø Kerusakan
dalam bidang akidah berimplikasi kepada rusaknya ibadah, tingkah laku, syiar,
dan syarat yang mereka lakukan. Di antara contoh yang terekam sejarah.
Ø Masuknya
unsur berhala dan ritual haji. Mereka meletakan patung-patung disekitar ka’bah,
mereka tahwaf di sekitarnya dan kadang tanpa menggunakan sehelai kain pun.
Ø Persepsi
mereka tentang allah sangat sempit dan picik. Mereka bergeser dari kebenaran
tentang ‘asma dan sifat allah, seperti allah punya anak dan memiliki kebutuhan,
para malaikat adalah anak perempuan allah, menjadikan jin sebagai sekutu allah.
Mengingkari qadar, tidak percaya degan hari bangkit, dan menuding masa sebagai
faktornya musibah.
Ø Menambah
dan mengurangi ajaran ibadah sesuai dengan hawa nafsu dan kehendak mereka.
Mereka tidak wukuf sebagaimana orang lain wukuf. Mereka berpandangan bahwa
umrah dibulan haji adalah perbuatan dosa besar. Di antara tambahan ibadah yang
mereka lakukan di masjidilharam adalah sembahyang dengan siulan dan tepuk tangan,
hal lain mempersembahkan sesajen untuk patung-patung sebagai penghormatan buat
patung-patung tersebut, bersumpah atas nama lata, uzza, dan seterusnya.
Ø Bidang
akhlak dan budaya yang ada pada mereka antara lain : bangga dengan garis
keturunan, mencela nasab, meminta hujan dengan pertolongan binatang,
berteriak-teriak terhada kematia, mencela seseorang dengan membawa-bawa nama
orang tua, sombong dengan posisi mereka sebagai penguasa masjidilharam,
mengagungkan harta, dunia dan pemiliknya, dan menganggap rendah orang kafir dan
lemah.
b. Kondisi
polotik dan hukum
Kondisi
politik di hirah, syam, dan hijaz sangat rusak. Manusia terbagi menjadi dua
kelas, tuan dan budak, Atau pemimpin dan rakyat. Mereka tidak ubah seperti
mesin ynag siap memproduksi kekayaan untuk pemimpinnya. Rakyat terombang ambing
dalam kesesatan, meliputi kezaliman, kehinaan, dan penyiksaan mereka pun tidak
bisa berbuat apa-apa.
Keamanan
relatif stabil di mekkah, hampir tidak terjadi peperangan sebelum islam kecuali
perang fajar. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kakbah yang selalu mereka
kunjungi setiap tahun. pada hakikatnya pemerintahan tersebut perpaduan antara
kepemimpinan dunia dan kepemimpinan agama.
Sebelum
islam lahir, kaum kerabat rosulullah memiliki posisi penting di masyarakat
makkah, meskipun dari segi kekayaan mereka mungkin mereka di bawah rata-rata.
Sebelum lahirnya islam kaum kerabat rosulullah memiliki posisi penting di
masyarakat makkah, meskipun dari segi kekayaan mereka adalah orang yang
biasa-biasa saja, bahkan di kalangan pedangan mereka dibawah rata-rata,
ketegangan muncul di kalangan mereka untuk memperebut posisi penting di
kalangan masyarakat.
Di
antara tokoh penting qurais yang menentang keras islam adalah:
1. Al-aswad
bin al-muthalib dan as-wad bin abdi yaghuts az-zuhri. Mereka adalah di antara
orang yang paling diagungkan oleh masyarakat qirais pada zaman jahiliah.mereka
diantaranya yang selalu menghina rosul.
2. Abu
jahal, harits, dan amr. Tiga saudara ini adalah anak al-munghira bin hisyam
al-mukhzuma. Mereka selain memusihi nabi juga menghalang-halangi dan bahkan
menyiksa orang-orang lemah dari kaum muslim.
3. Hakim
bin hizam bin khuwailin, al-hakam bin abil ash bin umayyah dan al-walid bin
munghirah al-makhzumi adlah para konglomerat mekkah yang sombong dan selalu
menjelek-jelekan nabi.
4. Abu
umayyah sa’id bin al-ash bin umayyah bin abdi syam, ‘amr bin abdi wud al-‘amiri
(penunggang kuda tersohor), sauhil bin ‘amr (negosiator ulung, utusan qurais
dalam perjanjian hudaybiayah), al-harits bin qois bin abdis sahmi, abu sufyan
sakhr bin hard, abdul ‘uzza bin abdul mutthalib, dan abu lahab.
c. Kondisi
sosiokultural
Pada
saat itu ada beberapa pendapat yang dicermati, jika dilihat dari sudut
sosiokulturalnya antara lain:
1. Hubungan
antara laki-laki dan perampuan sudah rusak.
2. Perlakuan
terhadap budak semena-mena.
3. Budaya
miras mengakar.
4. Simbol
kehidupan mereka adalah minuman keras, pedang, dan wanita.
d. Kondisi
ekonomi
Pada
saat iru pertanian terdapat di pinggiran jazirah arab, suku badui yang
mayoritasnya pengembala kambing dan unta kehidupan mereka pun berpindah-pindah.
Sedangkan yang berdagang merupakan primadona masyarakat makkah dan qurais,
perdagangan ini melahirkan orang-orang kaya yang berfoya-foya dan orang
miskinpun terbuang, banyak yang tidak mamu mendengarkan dakwah rosul pada saat
itu dikarenakan mereka tidak mau duduk satu majelis dengan orang miskin dan
hamba sahaya, sementara itu ekonomi ribawi adalah landasan ekonomi mereka.
e. Modal
dasar yang baik.
Kebanyakan
orang jahiliah memiliki sifat-sifat yang negatif dan hal-hal yang tidak diterima
oleh akal dan ditolak oleh nurani tetapi disisi lain mereka memiliki sifat yang
positif diantaranya :
1. Dermawan
2. Kuat
dalam memegang janji
3. Memiliki
kebanggan terhadap diri yang tinggi tidak mudah tunduk kepada orang lain.
4. Teguh
dalam memegang janji
5. Peramah
dan tidak tergesa-gesa
6. Masih
bersih dari pemikiran budaya asing
3. Materi
dakwah nabi
Al-mubarakfury
menyimpilkan bhawa materi dakwah nabi di makkah diantaranya :
1. Tauhid
2. Iman
kepada hari kiamat
3. Pembersih
jiwa dengan menjauhi segala kemungkaran dan kekejian yang menimbulkan akibat
buruk, dan dengan melakukan hal-hal yang baik dan utama.
4. Penyerahan
segala urusan kepada allah
5. Semua
itu setelah beriman kepada risalah muhammad.
4. Metode
dakwah nabi di makkah
1. Tahapan
dakwah secara rahasia selama tiga tahun
2. Tahapan
dakwah secara terang-terangan terhadap penduduk makkah mulai tahun keempat
kenabian sampai akhir tahun kesepuluhan kenabian.
·
Mengundang bani hasyim kerumahnya,
kemudian selama dua kali untukn menjelaskan bahwa beliau diutus oleh allaj.
·
Undangan terbuka kepada seluruh
masyarakat qurais dibukit shafa. Disini beliau ingin melihat bagaimana
pandangan masyarakat qurais terhadap kepribadian beliau. Masyarakat qurais
kepakat bahwa beliau adalah orang yang tidak berdusta. Setelah itu beliau
mengumumkan kenabiannya.
·
Menyatakan sikap tegas terhadap hakikat
ajaran yang dibawa dan mengancam keliru masyarakat yang tersebar dimasyarakat.
Maka turunlah ayat 94 surar al-hijr.
·
Melakukan pembinaan dan pengkaderan
intensif di rumah arqam bin abil arqm.
·
Menyuruh sebagian umat muslim untuk
malakukan hijrah ke habasyah dengan tujuan menyelamatkan iman kaum muslimin
dari fitnah.
3. Tahapan
dakwah diluar makkah, berlangsung dari akhir tahun kesepuluh kenabian smpai
hijrah ke madinah.
·
Melakukan perjalanan ke taif.
·
Menawarkan islam kepada kabilah-kabilah
dan pribadi-pribadi.
·
Dari hasil akwah nabi tersebut masuklah
enam orang penduduk yastrib.
·
Bai’at aqobah I (tahun kedua belas
kenabian), jumlah peserta 12 orang.
·
Bai’at aqobah II (tahun ketiga belas
kenabian), jumlahnya 70 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
·
Hijrah ke madinah.
5. Sarana
dakwah nabi di makkah.
a. Sarana
fisik, diantaranya :
Ø Masjidilharam
sebagai sarana untuk memperlihatkan kekuatan kaum muslim.
Ø Bikit
safa untuk pertemuan umum.
Ø Rumah
sebagai pengkaderan para sahabat.
Ø Tabliq
terbuka, kefasihan, dan retorika rasulullah yang baik.
Ø Dakwah
bil haal.
Ø Melakukan
ta’akhi (mempersaudarakan sesama muslim)
Ø Meminta
bantuan kepada orang lain untuk ta’ziz (kemuliaan) dakwah.
b. Secara
nonfisik, diantaranya :
Ø Hubungan
rosulullah yang sangat dekat dengan allah.
Ø Kejujuran
dan kepribadian rosulullah yang luhur.
Ø Kehati-hatian
dan kewapadaan.
Ø Menetapkan
stategi dan sistem yang tertata baik.
6. Problematika
dakwah dan ketegaran rosulullah.
a. Di
antaranya jalan yang halus.
Ø Melakukan
negosiasi kepada abu thalib agar nabi muhammad menghentikan dakwahnya.
Ø Menawarkan
apa saja kepada muhammad baik itu wanita, kedudukan, dan dokter kalau memang
beliau mengalami gangguan jiwa.
Ø Menawarkan
ibadah secara bergantian.
b. Jalan
yang setengah kasar, di antaranya :
Ø Mencemooh,
menghina, melecehkan, mendustakan, serta menertawakan, dan menuduh sebagai
orang gila.
Ø Melontar
propaganda palsu dengan mengatakan bahwa ajaran muhammad adalah dongeng
orang-orang terdahulu.
c. Jalan
kasar di antaranya :
Ø Menebar
duri di tempat rasullah lewat.
Ø Melakukan
penyiksaan kepada beberapa pengikut nabi.
Ø Blokade
multidimensi.
Ø Upaya
pembunuhan nabi.
7. Ciri
umum dakwah rosulullah di mekkah.
Ciri-ciri
tersebut antara lain :
a. Perhatian
dakwah berpokus pada upaya untuk menyampaikan dakwah dan menyebarkan dengan
cara syiriyyah (sembunyi) maupun dengan cara jahriyyah (terang-terangan).
b. memerhatikan
aspek tarbiyah (pengkaderan terpadu), tujuan pengkaderan dalam rangka
mengciptakan basis kader islam yang kokoh untuk berdirinyabisitem islam.
Urutan
tarbiah di antaranya :
Ø mengajarkan
agama terhadap mereka
Ø menetapkan
islam secara langsung dalam kehidupan keseharian.
Ø Menanamkan
semangat ukhuwah di antara sesama mereka.
Ø Saling
manasihati dalam menegakkan al-haq (kebenaran) dan saling menasihati agar tetap
dalam kesabaran.
B. Dakwah
nabi di madinah
Sebelum
nabi muhammad SAW diutus umat manusia hidup dalam kegelapan, sabagai contoh di
negeri arab yang orang-orangnya menciptakan berhala dan patung untuk di sembah.
Pad atahun 621 SM 10 suku khazraj mendatangi nabi dan meyatakan dirinya masuk
muslim dan mengajak nabi hijrah ke madinah.
Ø Perjanjian
aqabah pertama
1. Mendengarkan
dan mentaati nabi dalam keadaan semangat maupun malas.
2. Manafkahi
harta, baik dalam keadaan mudah maupun sulit.
3. Melakukan
amal makruf dan nabi mungkar.
4. Tetap
tabah menghadapi celaan kaum kafir.
5. Melindungi
nabi sebagai mana mereka melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka.
Pada masa itu nabi
mendapatkan tantangan hebat dari kaum kafir qurais mekkah namun kaum muslimin
mendapatkan dukungan dari pendudul madinah.
Usaha nabi dalam dakwah
di madinah :
1. Membangun
masjid.
Masjid
nabawilah yang pertama kali dibangun pada bulan rabiul awal 1 hijriah ( sep 622
sm) masjid nabawi sebgai tempat ibadah, pusat perencanaan kegiatan masyarakat
pusat latihan dan pendidikan.
Nama-nama
masjid yang beliau bangun :
Ø Masjid
jumu’ah
Ø Masjid
gamamah
Ø Masjid
ali
Ø Masjid
bani quraizah
Ø Masjid
ubay bin ka’ab
Ø Masjid
salman
2. Mempersaudarakan
kaum anshar dan muhajirin hal itulah yang dilakukan nabi agar kaum muhajirin
dapat memperkuat perlindungan yang kuat di madinah.
3. Menyusun
distur (undang-undang)
Undang-undnag
yang dikenal sebagai piagam madinah yang berisi mengenai hak dan kawajiban bagi
kaum muslim dna non muslim.
Fungsi
piagam madinah di antara lain :
Ø Mengatakan
suku aus dan khazray
Ø Pengakuan
terhadap nabi muhammad sebagai hakim dan kepala negara.
Ø Menjamin
kebebesan rakyat
Ø Mengembangkan
sikap toleransi antara umat.
Ø Menghentikan
akad istiadat buruk bangsa arab.
Rintangan terhadap
dakwah di madinah terjadinya perang antara kaum muslim dan kaum kafir, di
antaranya :
Ø perang
badar
terjadi
pada bulan ramadhan 2 H (624M) orang qurais 1000 orang sedangkan umat muslim
hanya 314 orang, di piha
Ø perang
uhud
terjadi
pada tahun 3 H (265 m) yang di pimpin oleh abu sofyan beserta istrinya abu
sofyan memebolisasi 3000 prajurit sedangkan nabi muhammad hanya membawa 1000
pasukan namun abdullah bin ubay munafik dengan 300 yahudi pembelot dan kembali
k madinah. 700 pasukan tetap berperang yang gugur hanya 70 orang termasuk paman
nabi abu sofyan yang lain selamat.
Ø perang
khandaq.
Pada
bual syawal 5 H (627 M) sejumlah 10.00 pasukan di bawa oleh abu sofyan dan nabi
hanya membawa 3000 pasukan
Masa-masa
akhir dakwaah rasulullah
Pada
tahun 10 H nabi muhammad menunaikan ibadah haji yang dikenal sebagai haji
wada’. Di depan kurang lebih 100.000 orang muslimin nabi berkhudbah yang
isinya.
1. Jangan
menupahkan darah kecuali yang berhak
2. Jangan
mengambil harta orang lain dengan bathil.
3. Jangan
riba dan menganiaya.
4. Jengan
balas dendam dengan tebusan dosa.
5. Memperlakukan
para istri dengan baik dan lembut.
6. Perintah
menjauhi dosa.
7. Perintah
untuk saling memaafkan ata semua pertengkaran antara mereka di zaman jahiliah.
8. Tegakkan
persaudaraan dan persamaan sesama manusia.
9. Perintah
berpegang teguh pada dua sumber yang ditinggalkan nabi, yaitu al-quran dan
as-sunah.
Wafatnya nabi
Tiga bulan setelah nabi
kembali kemadinah, beliau menderita sakit. Abu bakar yang disuruh mengimami
kaum muslimin sebanyak tiga kali. Sakit beliau selama 14 hari beliau
menghembuskan nafas pada hari senin, 12 rabiul awwal 11 H, dalam usia 63 tahun
di rumah istrinya aisyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar