Senin, 26 Desember 2016

istilah komunikasi dalam al-quran





Bab 4
Istilah-Istilah Kominikasi Dalam Al-Quran Dan Hadist.

A.    Pendahuluan.
Dalam al-quran dan hadist ditemukan cukup banyak istilah-istilah yang terkait dengan ilmu komunikasi. Diantaranya adalah lafadz, qaul, kalam, nuthq, naba’, khabar, hiwar, jidal, bayan, tadzkir, tabsyir, indzar, tahridh, wa’adz, dakwah, ta’aruf, tawashi, tabligh, dan irsyad.
B.     Jenis pesan.
Pesan adalah seperangkat lambang bermakna yang di sampaikan oleh komunikasi. Deddy mulyanto mulyana mengatakan bahwa pesan adalah seperangkat simbol atau verbal non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maaksud sumber tadi.
1.      Pesan verbal
a.       Lafdz
Berasal dari bahasa arab yang berarti melempar, di sebut lafdz, karena bunyi yang kita keluarkan dari mulut ibarat bunyi atau simbol ynag kita lemparkan dari mulut kita.
Ladfz juga dipahami sebagai pesan paling sederhana yang keluar dari lisan seseorang yang dapt dipahami maknanya.
b.      Qoul
Qoul dari bahasa indonesia “qoul” diartikan kata. Kata “qoul” disebut 1.722 kali dalam al-quran :529 kali dalam bentuk qala, 92 kali dalam bentuk yaqulun, 332 kali dalam bentuk “qoul”, 13 kali dalam bentuk qulu, 49 kali dalam bentuk qila, 52 kali dalam bentuk al-qoul, 12 kali dalam bentuk “qouluhum” dan bentuk-bentuk lainnya.
Selain mengandung makna, qoul adalah ucapan yang diucapkan oleh pembicara karena keinginan dirinya. Qoul yang dimaksud di sisni adalah kata yang mengandung makna keluar dari lisan atas kesenjangan dan kesadaran penuh dari orang yang mengucapkan.
1)      Qoul dalam al-quran
Dalam al-quran ditemukan cukup banyak ayat yang menggunakan istilah qoul. Secara umum, qoul ynag terdapat dalam al-quran bermakna kalimat dan digandeng degnan ssifat tertentu. Berikut qoul yang disebutkan dalam al-quran :
a.       Qaulan ma’rufan.
Ma’ruf artinya kebaikan dunia dan akhirat. Dari ayat (QS. An-nisa’ (4):8), menyimpulkan bahwa qoulan ma’reufan adalah lafaz atau ungkapan yang baik, ramah, tidak kasar, tidak menyinggung perasaan, tidak kotor, tidak mengandung nafsu orang yang mendengarkannya untuk berbuat jahat.
b.      Qoulan kariman.
Qoulan kariman secara bahasa berarti perkataan yang mulia dan berharga. Ungkapan yang indah dan yang penuh dengan adab  sehingga orang yang diajak bicara merasa bahagia.
c.       Qoulan maysuran
Menurut bahasa qoulan maysuran artinya perkataan yang mudah. Maysuran adalah isim maf’ul dari yusr yang artinya mudah.
d.      Qoulan baliqan.
Ungkapan qaulan baliqan secara bahasa bererti perkataan yang sampai kepala maksudnya, berpengaruh dan berbekas kepada jiwa.
e.       Qaulan layyina.
Ungkapan qulan kayyinan secara bahasan berarti ungkapan yang lemah lembut. Secara umum qoulan layyina  adalah upaya untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan lunak, tidak memvonis, mengingatkan tentang sesuatu yang disepakati seperti kematian, dan memanggilnya dengan panggilan yang dia sukai.
f.       Qaulan sadidan.
Ungkapan qaulan sadidan menurut bahasa yang artinya perkataan yang benar. secara umum bermakna perkataan yang tepat dengan kondisi yang ada, seperti menembakkan anak panah tepat sasaran.

g.      Qoulan tsaqilan.
Menurut bahasa artinya perkataan yang berat. Secara umum karena di dalam kalimat qoulan tsaqilan mengandung tugas-tugas berat bagi orang yang mukalaf (mendapatkan tugas).
h.      Qoulan ‘adziman.
Secara bahasa qoulan adziman artinya perkataan yang besar. Kata-kata besar yang dimaksud adalah di sini besar kekejiannya, bear kelancangannyam besar kedustaannya, dan jauh keluarnya ari hal yang sebenarnya.
i.        Ahsan qoulan.
Ungkapan secara bahasa berarti perkataan yang paling baik. Orang yang terbiasa mengucapkan kata baik dan mendengarkan kata baik maka dia akn berpotensi menjadi orang yang berkualitas baik.
c.       Kalimat
Kalimat adalah susunan lafdz yang mengandung makna yang sempurna. Menurut ahli bahasa kalimat terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung makna sempurna.
Kallimat dalam al-quran :
1.      Kalimatullah
Kalimatullah artinya kalimat allah. Yang dimaksud kalimatullah adalah agama allah, hukum allah, syariat allah, dan segala hal yang bersumber dari allah.
2.      Kalimat allahzina kafaru.
Kalimat allahzina kafaru artinya kalimat orang-orang yang mengikari kebenaran.
3.      Kalimat sawa’.
Kalimat sawa’ artinya kalimat yang sama. Imam tabari mengatakan bahwa kalimat sawa’ adlah kalimat yang adil. Kalimat yang adil.



BAB 5
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM

1.    Fungsi meyakinkan
Di antara fungsi penting komunikasi islam adalah fungsi meyakinkan. Fungsi meyakinkan artinya membuat ide, pendapat, dan gagasan yang kita miliki bisa diterima oleh orang lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Bahkan  bukan dengan hanya menerima dengan sukarela, mereka yang merasa mantap dengan penjelasan tersebut bisa menjadi pendukung ide itu.
            Fungsi meyakinkan dalam komunikasi Islam bisa dicapai di antaranya dengan metode hiwar (dialog) dan jidal (debat). Hiwar (dialog) dilakukan dengan suasana santai, saling mengemukakan pendapat dengan tenang, mungkin di dalamnya juga terjadi tarik ulur, dan akhirnya berujung kepada suatu kesepakatan mendukung ide bersama atau salah satu ide yang lebih baik. Adapun jidal (debat) biasanya lebih seru, kadang-kadang sampai panas, dan masing-masing ngotot dengan pendapatnya. Orang yang menyampaikan ide cemerlang dengan alasan-alasan dan logika yang kuat biasanya akan menjadi pemenang dan idenya akan dijadikan rujukan.
2.    Fungsi mengingatkan
Lupa adalah sifat yang tak bisa berpisah dari manusia. Sifat ini sudah ada sejak adanya bapak pertama Adam A.s. lupa disefinisikan sebagai ketidakmampuan mengingat kembali suatu tema yang diperlukan pada saat yang dinginkan.
Di antara masalah yang paling banyak dilupakan dan dilalaikan oleh manusia adalah masalah agama. Itulah sebabnya kenapa islam memerintahkan kepada penganutnya untuk mengulang-ulang suatu ucapan atau perbuatan, terutama dalam masalah-masalah krusial.



BAB 6
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
1.     Komunikasi ilahiah
Di antar komunikasi dalam islam adalah omunikasi antaramanusia dan tuhan-Nya. Bentuk komunikasi ini bersifat alami dan wujud dari adanya roh kehidupan yang ditiupkan Allah kepada makhluk-Nya. Komunikasi anatara manusia dan penciptanya sudah terjadi sejak Allah meniupkan ruh-Nya kepada manusia. Sejak itulah kehidupan bermula, dan sejak itu juga komunikasi sudah terjalin.
2.     Pola komunikasi manusia dengan penciptanya
a.       Pola komunikasi dengan manusia pilihan
1.      Komunikasi langsung
Komunikasi Allah dengan manusia secara langsung pernah terjadi pada Nabi Musa a.s. adapun dengan nabi yang lain, Allah berkomunikasi dengan mereka lewat wahyu, baik yang disampaikan ke dalam hati mereka lewat wahyu, baik yang disampaikan ke dalam hati mereka tanpa perantara malaikat atau dengan perantara malaikat. Itulah sebabnya Musa diberi gelar Kalimullah ( orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan Allah SWT ).
2.      Komunikasi langsung dengan wahyu
Komunikasi melalui wahyu merupakan komunikasi yang lajim terjadi pada semua nabi. Di antara bentuk komunikasi jenis ini terjadi pada  Nabi Ibrahim ketika ia meminta kepada Allah agar membuktikan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali mahkluk yang telah meninggal dunia. Allah bertanya kepada Nabi Ibrahim tentang sebab permintaanya, apakah dia termasuk orang yang tidak percaya bahwa Allah mampu melakukan hal itu. Ternyata Ibrahim bukan tidak beriman, tetapi dia ingin lenih memantapkan hatinya dan membuatnya tenang.
a.       Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa
Setelah manusia lahir ke dunia, Allah telah menyiapkan berbagai media yang memungkinkanmereka untuk tetap tersambung dengan Allah SWT. Di antara media terpenting yang Allah persiapkan buat manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya adalah shalat, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, istiqfar, dan tobat kepada Allah SWT.

Ø  KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang saat menerima informasi, mengolahnya, menyimpannya, dan menghasilkannya kembali. Proses pengolahan informasi berlangsung dalam empat langkah, yaitu: sensasi, persepsi, memori, dan berfikir.sensasi adalah proses menangkap stimuli. Perspsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Persepsi mengubah informasi menjadi persepsi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir adalah mengolah infomasi untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan respons.
Ø  KOMUNIKASI ANTARMANUSIA
Selain berbicara dengan penciptanya dan berbicara dengan dirinya sendiri, manusia manusia juga melakukan komunikasi dengan sesama inilah yang menjadi perhatian utama ilmu komunikasi secara umum. Komunikasi dengan sesama manusia minimal memiliki tiga bentuk: pertama, komunikasi antarpersona atau antar pribadi: kedua, komunikasi kelompok; dan tiga, komunikasi massa.


BAB 7
PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM

Komunikasi islam tunduk dengan sumber utama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dari dua sumber inilah prinsip-prinsip dasar ilmu komunikasi diambil. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar komunikasi dalam islam diharapkan pembaca akan memiliki rambu-rambu yang membantunya dalam berkomunikasi sesuai dengan aturan umum ajaran islam. Prinsip-prinsip iniberlaku umum untuk segala bentuk komunikasi dengan manusia.
Prinsip-prinsip komunikasi islam
1.      Prinsip ikhlas
Suatu pesan tidak akan berdampak positif kepaa komunikan jika diterima dengan hati yang tidak ikhlas. Ikhlas adlah kerja hati. Secara bahasa, ikhlas berasal dari kata khalasha yang artinya suci,  bersih dari noda. Adapun ikhlas untuk menyucikan dirinya dari berbagai motif yang tidak benar. Tidak ikhlas menyampaikan atau menerima pesan artinya tidak sucinya keinginan untuk menyampaikan atau menerima pesan. Ikhlas tempatnya dihati. Karena tempatnya di hati, maka kita tidak mungknmengukur tingkat ke ikhlasanyang tempatnya di hati. Namun keikhlasan itu ada jejaknya, apa yang ada didalam hati akan terungkap lewat anggota tubuh. Ketika teling mendengar berita duka, hati ikut bersedih, dan ketika hati bersedih mata pun bereaksi demgan mengeluarkan air mata.
a.       Prinsip pahala dan dosa
Prinsip ini menyatakan bahwa setiap pesan atau pernyataan yang keluar itu mengandung konsekuensi pahala atau dosa. Lisan memiliki peran kunci dalam berkomunikasi, apakah membawa kita kedalam kesuksesan atau kehancuran.   Agar lisan kita tidak menjadi alat pengumpul dosa tetapi selalu memproduksi pahala, maka islam membimbing manusia terutama umatnya untuk melakukan langkah-langkah berikut :
Ø  Islam melarang berkata kotor dan kasar
Ø  Memberikan motivasi agar selalu berkata yang baik
b.      Prinsip kejujuran
Lisan bisa membunuh karakter seseorang, bisa merusak hubungan suami istri, kaum kerabat, bahkan bisa menyebabkan pertumpahan darah. Karena itu, kejujuran sdalam menyampaikan pesan adalah prinsip mendasar dalam komunikasi islam. Tidak tegaknyaprinsip ini akan berakibat fatal buat kehidupan manusia.

Diantara bentuk kejujuran dalam berkomunikasi adalah:
a.       Tidak memutar balikkan fakta
Memutarbalikan fakta adalah fitnah yang membuat keruh suasana dan menimbulkan ketidakharmonisan hubungan. Bukan ekedar itu, akan terjadi pada suatu waktu, orang yang baik disulap menjadi penghianat, dan penghianat dipoloes sedemikian rupa menjadi pahlawan.
b.      Tidak berdusta
Dusta berarti memanipulasi suatu informasi sehingga pesan tidak sampai sebagaimana mestinya.
c.       Prinsip kebersihan
Islam sangat menekankan prinsip kebersihan dalam segala hal, termasuk dalam menyampaikan pesan. Pesan yang baik akan mendatangkan kenyamanan psikologis bagi yang menerimanya, sedangkan pesan-pesan sarkastis, jorok, berdarah-darah, pertengkaran, perselingkuhan, adu domba, gosip, umpatan, dan sejenisnya akan berdampak pada keruhnya hati.
d.      Berkata positif
Pesan positif sangat berpengaruh bagi kebahagian seseorang dalam kondisi apapun dia berada. Seorang komunikator yang sering mengirim pesan positif kepada komunikan akan menyimpan modal yang banyak untuk berbuat yang positif.
e.       Prinsip paket (Hati, Lisan,dan Perbuatan)
manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam satu paket lengkap. Ada unsur jiwa dan unsur raga. Gerak raga dalam konsep islam dipengaruhi secara kuat oleh hati atau jiwa. Artinya, lisa akan berbicara yang baik manakala hatinya baik, dan lisan tidak akan mampu berbicara dengan  baik dan lancar tanpa kendali dari jiwanya, yang diucapkannya akan terasa hambar. Orang sedang sedih biasa biasanya tidak tahan mendam kesedihannya. Biasanya kesedihan itu dia ungkapkan kepada orang dia anggap bisa berbagi. Dalam waktu yang bersamaan, kesedihan di hati itu diikuti oleh muka yang muram dan air mata yang meleleh. Inilah yang disebut paket. Jika orang yang sedang dilanda kesedihan, lalu kelihatan raut mukanya berseri-seri atau matanya berbinar-binar. Biasanya orang seperti itu sedang bersandiwara atau sedang tidak waras.
Konsistensi antara hati, kata dan perbuatan adalah ciri manusia sukses. Allah tidak menyukai inkonsistensi. Tidak hanya Allah, manusia secara umum juga memandang bahwa inskonsistensi adalah cacat yang membuat nilai seseorangmenjadi berkurang.
f.       Prinsip dua telinga satu mulut
Menceritakan kembali semua yang di dengar adalah kecerobohan seseorang. Tidak semua informasi yang sampai kepada seseorang dipahami secara benar, atau dipahami secarabenar tetapi beritanya tidak benar,  atau beritanya benar tetapi tidak layak dikonsumsi oleh publik. Menceritakan kembali semua yang didengar akan beresiko memiliki tingkat kesalahan yang banyak. Di dalam istilah agama disebut dengan dosa. Maksud dari dua telinga satumulut ini adalah , lebih banyak mendengar sedikit berbicara. Artinya kita dianjurkan untuk selalu berhati-hati dan tidak menerima segala bentuk informasi secara mentah.
g.      Prinsip pengawasan
Prinsip pengawasan muncul dari kepercayaan mukmin yang menyakini bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui. Selain itu mereka juga meyakini bahwa setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat pencatat.
Prinsip pengawasan ini akan membuat orang selalu merasakan diperhatikan dan dipantau. Orang yang selalu merasa dipantau biasanya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen.
h.      Prinsip Selektivitas dan validitas
Berbicara dengan data dan informasi akurat adalah salah satu ciri pribadi yang berkualitas. Selain menambah kredibelitas, informasi yang akurat menghindarkan kita jatuh kepada kesalahan yang berujung kepada penyesalan.
Prinsip selektivitas dan validitas dalam komunikasi islam bukan hanya bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi komunikan di dunia ini, tetapi tujuan utama mereka adalah agar bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka kemukakan pada saat diminta pertanggungjawabanya di akhirat.
i.        Prinsip saling memenuhi
Komunikasi antarmanusia merupakan aktivitas menyampaikan dan menerima pesan dari dan kepada orang lain. Saat berlangsung komunikasi, proses pengaruh memengaruhi terjadi. Di samping itu, komunikasi juga bertujuan untuk saling mengenal, berhubungan, bermain, saling membantu, berbagi informasi, mengembangkan gagasan, memecahkan masalah, meningkatkan produktivitas, membangkitkan semangat kerja, meyakinkan, menghibur, mengkukuhkan status, membius, dan menciptakan rasa persatuan. Di samping tujuan baik tersebut, komunikasi juga dapat dipakai untuk saling mendomba, melemahkan semangat, meruntuhkan status, membuat orang sedih, danmembuat orang terjerumus ke dunia hitam.
j.        Prinsip keseimbangan berita
Informasi yang seimbang akan membuat keputusan menjadi akurat. Prinsip perimbangan dalam menyerap informasi sebelum memberikan sikap adalah keharusan. Dengan prinsip ini, informasi yang kita terima akan lebih akurat, karena pihak yang sedang berselisih kadang-kadang memberikan informasi secara emosional dan kadang-kadang berlebihan.
k.      Prinsip privasi
Setiap orang memiliki ruang privasi tidak boleh diungkapkan di pentas publik, begitu juga dengan organisasi, lembaga, dan setgerusnya. Membocorkan rahasia sama dengan menelanangi orang, organisasi, dan lembaga dan membuat mereka malu.



Pesan adalah seperangkat lambang bermakna yang di sampaikan oleh komunikasi. Deddy mulyanto mulyana mengatakan bahwa pesan adalah seperangkat simbol atau verbal non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maaksud sumber tadi.
1.      Pesan verbal
a.       Lafdz
Berasal dari bahasa arab yang berarti melempar, di sebut lafdz, karena bunyi yang kita keluarkan dari mulut ibarat bunyi atau simbol ynag kita lemparkan dari mulut kita.
Ladfz juga dipahami sebagai pesan paling sederhana yang keluar dari lisan seseorang yang dapt dipahami maknanya.
b.      Qoul
Qoul dari bahasa indonesia “qoul” diartikan kata. Kata “qoul” disebut 1.722 kali dalam al-quran :529 kali dalam bentuk qala, 92 kali dalam bentuk yaqulun, 332 kali dalam bentuk “qoul”, 13 kali dalam bentuk qulu, 49 kali dalam bentuk qila, 52 kali dalam bentuk al-qoul, 12 kali dalam bentuk “qouluhum” dan bentuk-bentuk lainnya.
Selain mengandung makna, qoul adalah ucapan yang diucapkan oleh pembicara karena keinginan dirinya. Qoul yang dimaksud di sisni adalah kata yang mengandung makna keluar dari lisan atas kesenjangan dan kesadaran penuh dari orang yang mengucapkan.
1)      Qoul dalam al-quran
Dalam al-quran ditemukan cukup banyak ayat yang menggunakan istilah qoul. Secara umum, qoul ynag terdapat dalam al-quran bermakna kalimat dan digandeng degnan ssifat tertentu. Berikut qoul yang disebutkan dalam al-quran :
a.       Qaulan ma’rufan.
Ma’ruf artinya kebaikan dunia dan akhirat. Dari ayat (QS. An-nisa’ (4):8), menyimpulkan bahwa qoulan ma’reufan adalah lafaz atau ungkapan yang baik, ramah, tidak kasar, tidak menyinggung perasaan, tidak kotor, tidak mengandung nafsu orang yang mendengarkannya untuk berbuat jahat.
b.      Qoulan kariman.
Qoulan kariman secara bahasa berarti perkataan yang mulia dan berharga. Ungkapan yang indah dan yang penuh dengan adab  sehingga orang yang diajak bicara merasa bahagia.
c.       Qoulan maysuran
Menurut bahasa qoulan maysuran artinya perkataan yang mudah. Maysuran adalah isim maf’ul dari yusr yang artinya mudah.
d.      Qoulan baliqan.
Ungkapan qaulan baliqan secara bahasa bererti perkataan yang sampai kepala maksudnya, berpengaruh dan berbekas kepada jiwa.
e.       Qaulan layyina.
Ungkapan qulan kayyinan secara bahasan berarti ungkapan yang lemah lembut. Secara umum qoulan layyina  adalah upaya untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan lunak, tidak memvonis, mengingatkan tentang sesuatu yang disepakati seperti kematian, dan memanggilnya dengan panggilan yang dia sukai.
f.       Qaulan sadidan.
Ungkapan qaulan sadidan menurut bahasa yang artinya perkataan yang benar. secara umum bermakna perkataan yang tepat dengan kondisi yang ada, seperti menembakkan anak panah tepat sasaran.

g.      Qoulan tsaqilan.
Menurut bahasa artinya perkataan yang berat. Secara umum karena di dalam kalimat qoulan tsaqilan mengandung tugas-tugas berat bagi orang yang mukalaf (mendapatkan tugas).
h.      Qoulan ‘adziman.
Secara bahasa qoulan adziman artinya perkataan yang besar. Kata-kata besar yang dimaksud adalah di sini besar kekejiannya, bear kelancangannyam besar kedustaannya, dan jauh keluarnya ari hal yang sebenarnya.
i.        Ahsan qoulan.
Ungkapan secara bahasa berarti perkataan yang paling baik. Orang yang terbiasa mengucapkan kata baik dan mendengarkan kata baik maka dia akn berpotensi menjadi orang yang berkualitas baik.
c.       Kalimat
Kalimat adalah susunan lafdz yang mengandung makna yang sempurna. Menurut ahli bahasa kalimat terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung makna sempurna.
Kallimat dalam al-quran :
1.      Kalimatullah
Kalimatullah artinya kalimat allah. Yang dimaksud kalimatullah adalah agama allah, hukum allah, syariat allah, dan segala hal yang bersumber dari allah.
2.      Kalimat allahzina kafaru.
Kalimat allahzina kafaru artinya kalimat orang-orang yang mengikari kebenaran.
3.      Kalimat sawa’.
Kalimat sawa’ artinya kalimat yang sama. Imam tabari mengatakan bahwa kalimat sawa’ adlah kalimat yang adil. Kalimat yang adil.



BAB 5
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ISLAM

1.    Fungsi meyakinkan
Di antara fungsi penting komunikasi islam adalah fungsi meyakinkan. Fungsi meyakinkan artinya membuat ide, pendapat, dan gagasan yang kita miliki bisa diterima oleh orang lain dengan senang hati dan tidak terpaksa. Bahkan  bukan dengan hanya menerima dengan sukarela, mereka yang merasa mantap dengan penjelasan tersebut bisa menjadi pendukung ide itu.
            Fungsi meyakinkan dalam komunikasi Islam bisa dicapai di antaranya dengan metode hiwar (dialog) dan jidal (debat). Hiwar (dialog) dilakukan dengan suasana santai, saling mengemukakan pendapat dengan tenang, mungkin di dalamnya juga terjadi tarik ulur, dan akhirnya berujung kepada suatu kesepakatan mendukung ide bersama atau salah satu ide yang lebih baik. Adapun jidal (debat) biasanya lebih seru, kadang-kadang sampai panas, dan masing-masing ngotot dengan pendapatnya. Orang yang menyampaikan ide cemerlang dengan alasan-alasan dan logika yang kuat biasanya akan menjadi pemenang dan idenya akan dijadikan rujukan.
2.    Fungsi mengingatkan
Lupa adalah sifat yang tak bisa berpisah dari manusia. Sifat ini sudah ada sejak adanya bapak pertama Adam A.s. lupa disefinisikan sebagai ketidakmampuan mengingat kembali suatu tema yang diperlukan pada saat yang dinginkan.
Di antara masalah yang paling banyak dilupakan dan dilalaikan oleh manusia adalah masalah agama. Itulah sebabnya kenapa islam memerintahkan kepada penganutnya untuk mengulang-ulang suatu ucapan atau perbuatan, terutama dalam masalah-masalah krusial.



BAB 6
BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM
1.     Komunikasi ilahiah
Di antar komunikasi dalam islam adalah omunikasi antaramanusia dan tuhan-Nya. Bentuk komunikasi ini bersifat alami dan wujud dari adanya roh kehidupan yang ditiupkan Allah kepada makhluk-Nya. Komunikasi anatara manusia dan penciptanya sudah terjadi sejak Allah meniupkan ruh-Nya kepada manusia. Sejak itulah kehidupan bermula, dan sejak itu juga komunikasi sudah terjalin.
2.     Pola komunikasi manusia dengan penciptanya
a.       Pola komunikasi dengan manusia pilihan
1.      Komunikasi langsung
Komunikasi Allah dengan manusia secara langsung pernah terjadi pada Nabi Musa a.s. adapun dengan nabi yang lain, Allah berkomunikasi dengan mereka lewat wahyu, baik yang disampaikan ke dalam hati mereka lewat wahyu, baik yang disampaikan ke dalam hati mereka tanpa perantara malaikat atau dengan perantara malaikat. Itulah sebabnya Musa diberi gelar Kalimullah ( orang yang bisa berkomunikasi langsung dengan Allah SWT ).
2.      Komunikasi langsung dengan wahyu
Komunikasi melalui wahyu merupakan komunikasi yang lajim terjadi pada semua nabi. Di antara bentuk komunikasi jenis ini terjadi pada  Nabi Ibrahim ketika ia meminta kepada Allah agar membuktikan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali mahkluk yang telah meninggal dunia. Allah bertanya kepada Nabi Ibrahim tentang sebab permintaanya, apakah dia termasuk orang yang tidak percaya bahwa Allah mampu melakukan hal itu. Ternyata Ibrahim bukan tidak beriman, tetapi dia ingin lenih memantapkan hatinya dan membuatnya tenang.
a.       Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa
Setelah manusia lahir ke dunia, Allah telah menyiapkan berbagai media yang memungkinkanmereka untuk tetap tersambung dengan Allah SWT. Di antara media terpenting yang Allah persiapkan buat manusia untuk berkomunikasi dengan-Nya adalah shalat, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, istiqfar, dan tobat kepada Allah SWT.

Ø  KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang saat menerima informasi, mengolahnya, menyimpannya, dan menghasilkannya kembali. Proses pengolahan informasi berlangsung dalam empat langkah, yaitu: sensasi, persepsi, memori, dan berfikir.sensasi adalah proses menangkap stimuli. Perspsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Persepsi mengubah informasi menjadi persepsi. Memori adalah proses menyimpan informasi dan memanggilnya kembali. Berfikir adalah mengolah infomasi untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan respons.
Ø  KOMUNIKASI ANTARMANUSIA
Selain berbicara dengan penciptanya dan berbicara dengan dirinya sendiri, manusia manusia juga melakukan komunikasi dengan sesama inilah yang menjadi perhatian utama ilmu komunikasi secara umum. Komunikasi dengan sesama manusia minimal memiliki tiga bentuk: pertama, komunikasi antarpersona atau antar pribadi: kedua, komunikasi kelompok; dan tiga, komunikasi massa.


BAB 7
PRINSIP-PRINSIP DASAR ILMU KOMUNIKASI ISLAM

Komunikasi islam tunduk dengan sumber utama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dari dua sumber inilah prinsip-prinsip dasar ilmu komunikasi diambil. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar komunikasi dalam islam diharapkan pembaca akan memiliki rambu-rambu yang membantunya dalam berkomunikasi sesuai dengan aturan umum ajaran islam. Prinsip-prinsip iniberlaku umum untuk segala bentuk komunikasi dengan manusia.
Prinsip-prinsip komunikasi islam
1.      Prinsip ikhlas
Suatu pesan tidak akan berdampak positif kepaa komunikan jika diterima dengan hati yang tidak ikhlas. Ikhlas adlah kerja hati. Secara bahasa, ikhlas berasal dari kata khalasha yang artinya suci,  bersih dari noda. Adapun ikhlas untuk menyucikan dirinya dari berbagai motif yang tidak benar. Tidak ikhlas menyampaikan atau menerima pesan artinya tidak sucinya keinginan untuk menyampaikan atau menerima pesan. Ikhlas tempatnya dihati. Karena tempatnya di hati, maka kita tidak mungknmengukur tingkat ke ikhlasanyang tempatnya di hati. Namun keikhlasan itu ada jejaknya, apa yang ada didalam hati akan terungkap lewat anggota tubuh. Ketika teling mendengar berita duka, hati ikut bersedih, dan ketika hati bersedih mata pun bereaksi demgan mengeluarkan air mata.
a.       Prinsip pahala dan dosa
Prinsip ini menyatakan bahwa setiap pesan atau pernyataan yang keluar itu mengandung konsekuensi pahala atau dosa. Lisan memiliki peran kunci dalam berkomunikasi, apakah membawa kita kedalam kesuksesan atau kehancuran.   Agar lisan kita tidak menjadi alat pengumpul dosa tetapi selalu memproduksi pahala, maka islam membimbing manusia terutama umatnya untuk melakukan langkah-langkah berikut :
Ø  Islam melarang berkata kotor dan kasar
Ø  Memberikan motivasi agar selalu berkata yang baik
b.      Prinsip kejujuran
Lisan bisa membunuh karakter seseorang, bisa merusak hubungan suami istri, kaum kerabat, bahkan bisa menyebabkan pertumpahan darah. Karena itu, kejujuran sdalam menyampaikan pesan adalah prinsip mendasar dalam komunikasi islam. Tidak tegaknyaprinsip ini akan berakibat fatal buat kehidupan manusia.

Diantara bentuk kejujuran dalam berkomunikasi adalah:
a.       Tidak memutar balikkan fakta
Memutarbalikan fakta adalah fitnah yang membuat keruh suasana dan menimbulkan ketidakharmonisan hubungan. Bukan ekedar itu, akan terjadi pada suatu waktu, orang yang baik disulap menjadi penghianat, dan penghianat dipoloes sedemikian rupa menjadi pahlawan.
b.      Tidak berdusta
Dusta berarti memanipulasi suatu informasi sehingga pesan tidak sampai sebagaimana mestinya.
c.       Prinsip kebersihan
Islam sangat menekankan prinsip kebersihan dalam segala hal, termasuk dalam menyampaikan pesan. Pesan yang baik akan mendatangkan kenyamanan psikologis bagi yang menerimanya, sedangkan pesan-pesan sarkastis, jorok, berdarah-darah, pertengkaran, perselingkuhan, adu domba, gosip, umpatan, dan sejenisnya akan berdampak pada keruhnya hati.
d.      Berkata positif
Pesan positif sangat berpengaruh bagi kebahagian seseorang dalam kondisi apapun dia berada. Seorang komunikator yang sering mengirim pesan positif kepada komunikan akan menyimpan modal yang banyak untuk berbuat yang positif.
e.       Prinsip paket (Hati, Lisan,dan Perbuatan)
manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam satu paket lengkap. Ada unsur jiwa dan unsur raga. Gerak raga dalam konsep islam dipengaruhi secara kuat oleh hati atau jiwa. Artinya, lisa akan berbicara yang baik manakala hatinya baik, dan lisan tidak akan mampu berbicara dengan  baik dan lancar tanpa kendali dari jiwanya, yang diucapkannya akan terasa hambar. Orang sedang sedih biasa biasanya tidak tahan mendam kesedihannya. Biasanya kesedihan itu dia ungkapkan kepada orang dia anggap bisa berbagi. Dalam waktu yang bersamaan, kesedihan di hati itu diikuti oleh muka yang muram dan air mata yang meleleh. Inilah yang disebut paket. Jika orang yang sedang dilanda kesedihan, lalu kelihatan raut mukanya berseri-seri atau matanya berbinar-binar. Biasanya orang seperti itu sedang bersandiwara atau sedang tidak waras.
Konsistensi antara hati, kata dan perbuatan adalah ciri manusia sukses. Allah tidak menyukai inkonsistensi. Tidak hanya Allah, manusia secara umum juga memandang bahwa inskonsistensi adalah cacat yang membuat nilai seseorangmenjadi berkurang.
f.       Prinsip dua telinga satu mulut
Menceritakan kembali semua yang di dengar adalah kecerobohan seseorang. Tidak semua informasi yang sampai kepada seseorang dipahami secara benar, atau dipahami secarabenar tetapi beritanya tidak benar,  atau beritanya benar tetapi tidak layak dikonsumsi oleh publik. Menceritakan kembali semua yang didengar akan beresiko memiliki tingkat kesalahan yang banyak. Di dalam istilah agama disebut dengan dosa. Maksud dari dua telinga satumulut ini adalah , lebih banyak mendengar sedikit berbicara. Artinya kita dianjurkan untuk selalu berhati-hati dan tidak menerima segala bentuk informasi secara mentah.
g.      Prinsip pengawasan
Prinsip pengawasan muncul dari kepercayaan mukmin yang menyakini bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui. Selain itu mereka juga meyakini bahwa setiap kata yang diucapkan akan dicatat oleh malaikat pencatat.
Prinsip pengawasan ini akan membuat orang selalu merasakan diperhatikan dan dipantau. Orang yang selalu merasa dipantau biasanya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen.
h.      Prinsip Selektivitas dan validitas
Berbicara dengan data dan informasi akurat adalah salah satu ciri pribadi yang berkualitas. Selain menambah kredibelitas, informasi yang akurat menghindarkan kita jatuh kepada kesalahan yang berujung kepada penyesalan.
Prinsip selektivitas dan validitas dalam komunikasi islam bukan hanya bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi komunikan di dunia ini, tetapi tujuan utama mereka adalah agar bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka kemukakan pada saat diminta pertanggungjawabanya di akhirat.
i.        Prinsip saling memenuhi
Komunikasi antarmanusia merupakan aktivitas menyampaikan dan menerima pesan dari dan kepada orang lain. Saat berlangsung komunikasi, proses pengaruh memengaruhi terjadi. Di samping itu, komunikasi juga bertujuan untuk saling mengenal, berhubungan, bermain, saling membantu, berbagi informasi, mengembangkan gagasan, memecahkan masalah, meningkatkan produktivitas, membangkitkan semangat kerja, meyakinkan, menghibur, mengkukuhkan status, membius, dan menciptakan rasa persatuan. Di samping tujuan baik tersebut, komunikasi juga dapat dipakai untuk saling mendomba, melemahkan semangat, meruntuhkan status, membuat orang sedih, danmembuat orang terjerumus ke dunia hitam.
j.        Prinsip keseimbangan berita
Informasi yang seimbang akan membuat keputusan menjadi akurat. Prinsip perimbangan dalam menyerap informasi sebelum memberikan sikap adalah keharusan. Dengan prinsip ini, informasi yang kita terima akan lebih akurat, karena pihak yang sedang berselisih kadang-kadang memberikan informasi secara emosional dan kadang-kadang berlebihan.
k.      Prinsip privasi
Setiap orang memiliki ruang privasi tidak boleh diungkapkan di pentas publik, begitu juga dengan organisasi, lembaga, dan setgerusnya. Membocorkan rahasia sama dengan menelanangi orang, organisasi, dan lembaga dan membuat mereka malu.